JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan luapan lima sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat menyebabkan banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.
Kelima sungai yang meluap tersebut meliputi Sungai Behe, Sungai Dait, Sungai Landak, Sungai Menyuke dan Sungai Meranti setelah hujan melanda dari Jumat (4/9/2020) hingga Sabtu (5/9/2020).
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan dalam keterangannya bahwa laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak menyatakan banjir telah merendam 12 desa di enam kecamatan per Minggu pukul 10.24 WIB.
Desa-desa yang terdampak berada di Kecamatan Meranti, Kecamatan Menjalin, Kecamatan Banyuke Hulu, Kecamatan Menyuke, Kecamatan Kuala Behe dan Kecamatan Air Besar.
BPBD Kabupaten Landak beserta tim gabungan dari berbagai instansi sampai saat ini telah berupaya membuka jalur terdampak banjir dan longsor menggunakan alat berat di Desa Semunti, Kecamatan Air Besar.
Pendistribusian logistik dan evakuasi warga dengan perahu juga telah dilakukan BPBD Kabupaten Landak. Aktivasi posko darurat bencana juga telah dilakukan oleh tim setempat.





