BOGOR – Sebanyak 10 murid baru masuk Ekselensia Tahfiz School, yang merupakan program pendidikan Dompet Dhuafa yang berfokus pada pengajaran tahfizh-plus (Islamic studies & leadership).
Ke-10 murid yang baru masuk pada 4 Agustus 2020 lalu, merupakan murid yang berasal dari berbagai daerah Indonesia yang meliputi, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta, Jawa Timur juga Jawa Barat.
Sebelum memasuki sekolah, para murid diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri selama dua pekan di tempat yang disediakan. Selama isolasi mandiri murid juga mendapatkan pembelajaran sebagai bentuk masa orientasi (Kelas Persiapan Santri).
Pengasuh eTahfizh, Adri Elfatih, menyampaikan kepada para murid untuk bisa memanfaatkan masa isolasi dengan kesibukan-kesibukan yang bermanfaat.
“Semua orang akan bosan pada waktunya. Dimanapun kalian, dibatasi atau tidak dibatasi pasti akan membosankan. Bukan bosannya yang jadi masalah, tapi bagaimana kita bersikap ketika kebosanan itu kita hadapi”, ujar Adri.
Pada tanggal 19 Agustus 2020, para murid telah memasuki waktu akhir dari isolasi dan memulai masa orientasi secara tatap muka namun dengan tetap memperhatikan protokol-protokol kesehatan.
Ustadz Muhammad Syafi’ie el-Bantanie selaku Founder Ekselensia Tahfiz School, mengajak para siswa untuk mendalami misi hidup seorang muslim terutama saat seorang muslim berstatus sebagai seorang pemuda lewat materi ‘Misi Kepemimpinan Pemuda Muslim’.
“Di sini kalian akan dididik jadi pemimpin. Dan karakter pemimpin itu adalah pembelajar. Tidak ada orang yang langsung menjadi pintar. Semuahya butuh perjuangan. Kalau kita tidak siap lelah dalam belajar di masa muda, maka harus siap nikmati pahitnya kebodohan di masa tua,” urainya.
Selain materi yang diberikan dalam kelas. Para murid juga diajak melakukan kegiatan belajar mengajar di luar kelas dengan konsep out bound.
“Semoga apa yang diajarkan melalui Kelas Persiapan Santri ini mampu diterapkan hingga waktu-waktu ke kedepan. Baik selama menjadi murid di sini ataupun setelah mereka lulus. Semoga mereka menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan peduli terhadap Dhuafa,” tutup Adri, dilaporkan Fajar dari dompet dhuafa.





