LIPI: Gempa di Timur Lebih Kuat, Tapi Kerusakan Lebih Besar di Barat

Kerusakan Hotel Roa Roa akibat gempa/ Serambi In donesia

JAKARTA – Peneliti gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mudrik Rahmawan Daryono menjelaskan alasanĀ  kekuatan gempa bumi di Indonesia bagian timur lebih kuat dibandingkan bagian barat.

Mudrik mengatakan, setidaknya ada empat sesar yang mengelilingi Sulawesi, yaitu Sesar Palu-Koro, Sesar Saddang, Sesar Gorontalo, Sesar Matano dan Sesar Palu Koro. Sesar Palu-Koro membentang dari sebelah barat dan timur Sulawesi Selatan.

“Kekuatan gempa bumi di Indonesia bagian timur lebih besar daripada bagian barat. Sesar Palu-Koro adalah yang paling aktif. Intinya kita harus waspada gempa di Sulawesi Tengah,” ujar Mudrik di kantor LIPI, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).

Namun menurutnya dampak gempa akan lebih parah di daerah Indonesia bagian barat. Pasalnya pembangunan di Indonesia bagian barat lebih maju daripada bagian timur, da banyak infrastruktur yang dibangun di atas jalur sesar aktif.

“Mengenai risikonya lebih besar di Indonesia bagian barat. Karena pembangunan di Indonesia timur tidak sepesat di Indonesia bagian barat,” kata Mudrik

Mudrik mengatakan rawannya potensi gempa di daerah Sulawesi Selatan ini harus dijadikan bahan pertimbangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Misalnya tidak membangun infrastruktur di atas jalur sesar aktif. Mundri mengatakan masyarakat atau pemerintah harus menjauhi daerah sesar aktif untuk membangun infrastruktur.

“Kita cukup menjauhi dari sesar aktif itu sekitar 20 meter. Jadi sangat kecil sekali 20 meter, 20 meter adalah retakan permukaan gempa itu,” ucapnya, dikutip CNN Indonesia.

 

Advertisement