HALMAHERA – Ratusan pengungsi gempa di kawasan Kepulauan Joronga, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) mengeluhkan kurangnya stok makanan dan minuman.
Ketua Posko Pengungsi Desa Yomen, Usman K Niat mengatakan pascagempa ratusan warga selama tiga hari mengandalkan makanan yang didapatkan dari kebun seperti ubi dan pisang.
“Selama tiga hari, para pengungsi belum mendapatkan bantuan makanan, karena wilayah Desa Yomen terdampak gempa 7,2 SR paling terjauh dari daerah lainnya, bahkan tidak ada akses komunikasi maupun transportasi yang menghubungkan ke desa itu,” kata Usman, Rabu (17/7/2019).
Namun dia mengakui akhirnya pada Selasa Siang bantuan dari tim aksi cepat tanggap darurat bencana PT Pertamina MOR VIII Papua,Maluku, Malut telah masuk ke posko pengungsian untuk kebutuhan untuk beberapa hari ke depan dan bantuan dari anggota DPRD Halsel dapil Gane Barat-Timur.
Dia menambahkan, saat ini, mereka sangat membutuhkan bantuan seperti terpal, tikar, makanan/minuman, obat-obatan, MCK darurat dan air bersih.




