Lolos dari Kebakaran Hebat, Warung Nasi di Simprug Kerap Berikan Makan Gratis Setiap Jumat

Sri Rohayati, pemilik 'Warung Brebes Pesona Dua Putri', satu-satunya bangunan yang tidak terbakar dalam kebakaran di Simprug Golf/ Foto: CNNIndonesia

JAKARTA – Sri Rohayati, pemilik ‘Warung Brebes Pesona Dua Putri’, satu-satunya bangunan yang tidak terbakar dalam kebakaran di Simprug Golf, mengatakan warungnya yang jadi satu-satunya bangunan yang selamat dari kebakaran di Simprug bak mukjizat.

Ia mengaku rutin bersedekah tiap Jumat. “Ya mungkin mukjizat dari Allah SWT. Saudara saya kalau jualan shalat dan sedekahnya nggak pernah ketinggalan,” kata Sri.

“Setiap Jumat juga selalu memberikan makanan dan minuman gratis,” tambahnya.

Sri mengatakan sudah lama keluarganya melakukan kegiatan “Jumat Berkah” dengan memberikan makanan dan minuman gratis kepada warga yang membutuhkan.

Selain itu, Sri bergabung dalam komunitas di Pamulang dengan menjadi donatur, yaitu memberi sedekah berupa uang ketika memiliki rezeki lebih.

“Kalau saya jualan ada orang minta nasi saya kasih. Dia bayar saya nggak mau, malah saya tambahin uang,” tutur Sri.

Saat ini, warung sederhana milik Sri terlihat masih berdiri kokoh di antara puing-puing bekas bangunan yang mulai runtuh akibat kebakaran.

Di tengah rasa syukurnya selamat dari kobaran api, Sri berharap bisa mengecat kembali warungnya dan membangun kembali warung lainnya yang dilalap api.

“Ini kalau ada rezeki kita mau cat ulang warung ini. Lalu warung ayam bakar kita juga akan dibangun lagi buat kontrakan dan usaha,” kata Sri, dilansir Antara.

Sri juga berharap listrik dan air bisa dipasang kembali di wilayahnya agar bisa beraktivitas sehari-hari terutama berjualan.

Harapan pemasangan listrik dan air ini juga bisa membantu warga yang membutuhkan. Sri dan suaminya berencana menerima para pengungsi beristirahat di warungnya yang berlantai dua itu.

Dia merasa iba lantaran ada banyak warga yang harus mencari kontrakan baru dan memiliki anak yang masih bersekolah.

Ia berharap bisa membantu mereka yang telah menjadi kebakaran memiliki tempat tinggal sementara sembari mencari kontrakan yang baru.