BANJARBARU – Longsor terjadi di pendulangan intan tradisional di Desa Sei Pumpung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (8/4/2019) dan mengakibatkan lima orang tewas dan dua terluka.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan tujuh korban longsor di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan dinyatakan selesai dan ditutup.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat telah berhasil menemukan semua korban.
“Dari tujuh korban yang tertimbun longsor, lima orang meninggal dunia dan dua orang dalam kondisi luka-luka. Jenasah telah diserahkan pada pihak keluarga,” ujar Sutopo Selasa (9/4/2019).
Longsor disebabkan kondisi tanah yang labil dengan material tanah bercampur pasir dan kerikil basah akibat hujan yang turun sejak pagi hari.
Sutopo mengungkapkan saat kejadian ada tujuh pendulang yang sedang mencari intan yang dilakukan secara rutin karena matapencaharian mereka adalah pendulang intan. Dua orang ada di atas sedangkan 5 orang berada di bawah. Tiba-tiba terjadi longsor yang menimbun mereka.





