Jepang Perpanjang Sanksi Bagi Korut untuk Pertahankan Tekanan

Ilustrasi rudal buatan Korut sedang dipamerkan dalam satu parade militer (riaupos)

TOKYO – Jepang memutuskan untuk memperpanjang sanksi terhadap Korea Utara selama dua tahun, untuk mempertahankan tekanan pada Pyongyang.

Menurut harian Japan Times, sanksi tersebut bertujuan untuk mempertahankan tekanan pada Pyongyang untuk melakukan denuklirisasi dan menyelesaikan penculikan warga negara Jepang.

Jepang telah menerapkan sanksi sepihak terhadap Korea Utara sejak uji coba senjata nuklir pertama Pyongyang pada 2006.

“Sanksi itu memberlakukan larangan total pada ekspor dan impor bilateral, dan melarang masuknya kapal-kapal yang terdaftar ke Jepang ke Jepang, serta kapal-kapal yang berhenti di pelabuhan Korea Utara,” lapor surat kabar itu, Selasa (9/4/2019).

Tokyo juga menyalahkan Pyongyang atas penculikan 17 warga negaranya.

Japan Times juga mencatat bahwa perdana menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan “kesediaan untuk terlibat dengan Korea Utara melalui pembicaraan langsung dengan pemimpin Kim Jong-un untuk menyelesaikan masalah penculikan.”

Awal Maret, Jepang menahan diri untuk tidak mensponsori resolusi PBB yang mengutuk Korea Utara atas pelanggaran HAM.

“Masalah penculikan telah mencegah normalisasi hubungan diplomatik antara Tokyo dan Pyongyang,” kata laporan Japan Times.

Advertisement