KONGO – Sebuah tanah longsor di Republik Demokratik Kongo timur diduga telah membunuh lebih dari 200 orang, berdasarkan perkiraan jumlah rumah tangga yang terkubur longsor.
Wakil gubernur provinsi Ituri, Pacifique Keta yang terkena dampak longsor pada hari Jumat (18/8/2017) mengatakan tanah longsor melanda desa Tora, di tepi Danau Albert, sebuah zona yang aktif secara seismik di Lembah Rift barat.
“Ada banyak orang yang terkubur yang tidak dapat kami hitung,” ungkapnya. “Penyelamatan sangat rumit karena ada gunung di mana-mana, membuat sangat sulit untuk memiliki akses menuju penyelamatan,” tambahnya.
Banyak bagian barat dan tengah Afrika rentan terhadap tanah longsor, karena lahan digunduli dan masyarakat tinggal di lereng bukit yang curam.
Kongo timur memiliki risiko tambahan berada di garis sesar seismik, yang berarti sering kali diguncang gempa bumi dan kadang-kadang letusan gunung berapi.
Keta mengatakan, jumlah korban adalah perkiraan berdasarkan jumlah rumah tangga yang terkubur dan populasi rumah tangga. Dia mengatakan bahwa sejauh ini sekitar 40 orang telah dikuburkan.
“Kami berusaha untuk meningkatkan tanggap darurat, badan bantuan dan MINUSCO (pasukan pemelihara perdamaian PBB)Â ada di sana untuk mengevakuasi mayat dan korban selamat secepat mungkin,” kata Keta.





