TASIKMALAYA – Tebing yang berada sekitar kawasan wisata Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat longsor sekitar 50 hektare.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian menuturkan, longsoran tebing dilaporkan terjadi Sabtu (16/9/2017), dan menimpa bangunan masjid di bawah tebing.
Bahkan menurutnya berdasarkan laporan warga, ada dua orang yang ikut tertimpa longsoran tanah tersebut, namun BPBD belum dapat memastikan dua warga yang hilang itu.
“Kami masih terus mencari informasi akan keberadaan kedua warga yang tengah mencari burung dan dinyatakan belum pulang,” kata Alfian, dilansir Antara.
Dia menyampaikan bahwa lokasi longsoran merupakan kawasan yang tidak biasa dilewati oleh wisatawan.
Jarak lokasi longsor cukup jauh, bahkan sulit dijangkau oleh manusia, sehingga hanya orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan mendaki dapat menuju daerah tersebut.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Galunggung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Tasikmalaya bahwa longsoran tebing tanah terjadi pada pukul 14.48.37 WIB.
Tercatat getaran longsoran atau runtuhan terekam oleh alat seismometer pemantau Gunung Galunggung, dengan amplitudo 51.54 mm dan durasi selama 76.83 detik.
Secara visual melalui CCTV tampak ujung material longsoran. Longsoran terjadi di sebelah barat danau kawah dengan volume tanah cukup besar.
Tim pengamat masih terus melakukan pemantauan visual dan instrumental Gunung Galunggung dengan hasil sementara tidak menunjukkan peningkatan kegiatan aktivitas, sehingga status gunung aktif itu masih tetap normal.





