Aku mendengar suara.
Jerit makhluk terluka.
Luka, luka.
Hidupnya.
Luka.
Inilah cuplikan lagu “Kesaksian” yang dinyanyikan oleh Iwan Fals dan mampu menggugah lautan massa yang menyaksikan Pagelaran Kantata Taqwa pada puluhan tahun silam.
Getaran lagu ini masih terasa hingga kini ketika menyaksikan berbagai derita tentang kebenaran yang dilukai oleh kedholiman.
Luka Novel Baswedan, luka Rohingnya, luka Palestina dan masih banyak luka dan lara bagi mereka yang membela hak-haknya. Membela sebuah kebenaran.
Lukamu adalah lukaku juga. Inilah kesatuan jiwa sesama muslim yang saling bersaudara. Lebih dari itu, inilah luka sesama umat manusia. Karena, melukai seorang manusia yang tak berdosa atau yang berani mengungkapkan kebenaran pada hakekatnya adalah melukai kemanusiaan.





