Lulusan SMP, Pria ini Produksi Mesin Tanam Padi

JAKARTA – Di teras rumahnya, siang itu Abudllah Usman tampak sibuk. Perkakas perbengkelan memenuhi pelataran rumah. Tangan Usman menghitam akibat oli yang tercecer dari mesin yang tengah ia rakit. Dentingan besi juga kerap terdengar dari alat perbengkelan yang terjatuh ke lantai.

Sudah sebulan terakhir petani warga Desa Pulo Iboih, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara itu sibuk merakit mesin penanam padi. Menurut pria lulusan SMP itu, guna merakit mesin penanam padi sangat sederhana, hanya memadupadankan antar besi menggunakan penarik tali.

“Saya pikir kok susah sekali menanam padi pakai tangan, butuh waktu lama. Dari situ saya terpikir agar tak repot nanam padi, perlu dibuat mesin,” ucap Usman seperti dilansir Kompas (26/1).

Bagi Usman, mesin penanam padi yang sudah dibuat merupakan buah eksperimen keduanya. Mesin pertama yang ia buat tak bertahan lama karena cepat berkarat terkena lumpur sawah. Dari situ ia merancang mesin baru. Dia menyebut ini mesin padi manual. Cikal bakal mesin padi bermesin.

“Saya buat manual dulu. Artinya menggunakan tangan, ditarik lalu tumpukan bibit padi di atas akan turun ke bawah dan tertanam di sawah. Ini manual, saya sedang pikirkan untuk memasangnya mesin,” ucapnya.

Berkat kreativitasnya Usman kini bisa menanami sawah seluas 20 x 20 meter hanya dalam 20 menit. Jika menggunakan tenaga manusia, itu membutuhkan waktu sekitar enam jam.

“Seorang penanam padi untuk ukuran segitu, maksimal baru siap tanam itu enam jam. Itu penanam padinya udah gesit sekali. Dengan alat saya ini bisa 20 menit. Saya udah uji coba dua kali,” ujar Usman yang juga merupakan Kepala Desa.

Advertisement