JAKARTA – Berasal dari keluarga petani miskin tak menghalangi Jusman melanjutkan kuliah.Pemuda berusia 23 tahun itu meninggalkan tanah kelahirannya di Enrekang Sulawesi Selatan, merantau ke Tondano Sulawesi Utara untuk menempuh studi S1 di Universitas Negeri Manado (Unima).
Guna membiayai kulianya, Jusman mesti menjadi loper koran. Untuk tempat tinggal pun Jusman memanfaatkan sepetak ruang di kampus bersama mahasiswa perantau lainnya.Sebagai balasannya Jusman menyumbangkan tenaga untuk membersihkan lingkungan kampus.
Bagi Jusman kuliah adalah hal yang utama, makan urusan belakangan.Untuk mengisi perut supaya tidak keroncongan Jusman bahkan rela makan nasi berlauk sayur yang ia dapat dari kebun dan hutan yang ada di dekat kawasan Kampus Unima.
“Kadang, tiga hari tidak makan lauk, cuma nasi dan sayur. Kalau jualan koran juga saya bawa bahan kuliah dan skripsi,” ungkapnya seperti dilansir Tribun Manado (15/8).
Tanggal 9 Agustus lalu ia diwisuda dan menjadi satu dari tiga Sarjana yang lulus dengan predikat ‘Cum Laude’.
“Yang terpenting adalah ketekunan dan kerja keras. Jaga pergaulan karena itu juga sangat menentukan,” ungkapnya.





