Makassar Masih Banjir, Ribuan Penyintas Bertahan di Pengungsian

MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan empat kecamatan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Susel) hingga kini masih terendam setelah banjir mengepung Kota Makassar Senin (16/2/2023) lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, menuturkan bahwa berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, empat kecamatan yang masih terendam banjir yakni Kecamatan Manggala, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Rappocini, dan Kecamatan Tamalanrea

“Selain empat kecamatan yang masih tergenang, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 1.668 orang warga yang masih bertahan di 29 titik pengungsian yang tersebar di empat kecamatan,” katanya, dilansir dari Antara, Minggu (19/2/2023).

Sementara, lanjut Hendra, dari empat kecamatan yang masih tergenang itu, terdapat 7 kelurahan, di dalamnya yang tergenang masing-masing Kelurahan Manggala, Antang, dan Batua di Kecamatan Manggala. Lalu, Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang di Kecamatan Biringkanaya.

Termasuk di Kelurahan Karunrung di Kecamatan Rappocini dan Kelurahan Tamalanrea Jaya di Kecamatan Tamalanrea.

“Kami tetap siaga untuk dapat mengevakuasi warga dengan perahu dan melakukan pendampingan warga di lokasi pengungsian kapan saja,” kata Hendra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan diprakirakan terjadi curah hujan tinggi pada tanggal 20 hingga 23 Februari mendatang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Hendra mengimbau agar warga Makassar kembali waspada dan jangan lengah.

Apalagi BMKG melansir adanya potensi pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin di wilayah Sulsel, sehingga terdapat kemungkinan potensi banjir rob di pesisir barat Sulsel, karena bertepatan dengan fase pasang maksimum bulanan.

Advertisement