Malaysia Tutup 600 Sekolah Gegara Karhutla di Kalimantan

Sekitar 600 sekolah di negara bagian Serawak, Malaysia, ditutup sementara gegara kebakaran huta yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Indonesia. (ilustrasi detik.com)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 22/8 – PEMERINTAH negara bagian Serawak, Malaysia memerintahkan penutupan sementara hampir 600 sekolah di 10 distrik akibat dibekap asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kalimantan, Indonesia sejak awal Juli lalu.

Departemen Pendidikan Sarawak dalam pernyataannya di Facebook mengatakan, penutupan 591 sekolah efektif berlaku sejak Kamis (20/8) itu mencakup sekolah dasar dan menengah di Kota Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman dan Lubok Antu.

“Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara tidak sehat,” kata Departemen Pendidikan Sarawak, dikutip dari Channel News Asia.

Badan tersebut menyatakan sedikitnya 197.323 siswa terdampak, terdiri dari 107.590 siswa di 509 sekolah dasar dan 89.733 siswa di 82 sekolah menengah.

Pembelajaran dari rumah akan diterapkan selama sekolah ditutup untuk memastikan kegiatan belajar siswa tidak terganggu, tambah departemen tersebut.

Perkembangan lebih lanjut mengenai masa penutupan dan pembukaan kembali sekolah akan diumumkan melalui saluran resmi dan kantor pendidikan di masing-masing distrik, kata departemen itu.

Ini merupakan kali kedua dalam bulan ini sekolah-sekolah di Sarawak diperintahkan tutup akibat kabut asap yang berasal dari wilayah Kalimantan Indonesia.

Kabut asap menerjang sejumlah wilayah di Malaysia menyusul kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan kebakaran.

Indonesia juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengkondisikan awan agar bisa hujan.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan instruksi yang mewajibkan pemda melakukan aksi pencegahan masif dan intensifi, patroli gabungan, serta pemantauan ketat tinggi muka air tanah gambut, pembasahan lahan rawan hingga pemantauan sekat kanal.

Karhutla saat ini marak terjadi di berbagai wilayah P. Kalimantan, dengan konsentrasi titik panas (hotspot) dan kabut asap terparah terpantau di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Wilayah Terdampak Karhutla di Kalteng Tengah: Meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit), Lamandau, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun).
Wilayah ini mencatat ratusan hingga ribuan titik panas di atas lahan gambut yang mengering.
Kalimantan Barat: Titik panas tinggi terpantau masif di berbagai kawasan hutan dan semak belukar, memicu kabut asap yang menurunkan jarak pandang.

Selain mengakibatkan gangguan pernafasan akut (ISPA) terutama anak-anak, ribuan penduduk di wilayah terdampak di Kalimantan Indonesia terpaksa diungsikan, sementara protes, baik melalui saluran diplomatik mau pun antarpemimpin negara jiran (Malaysia) dan juga Singapura (akibat Karhutla di Sumatera) sudah beberapa kali disampaikan.

Selain teknologi pemadaman api, dan tenaga pemadam Karhutla (Manggala Agni) yang terbatas serta ringannya sanksi bagi pelanggar (perusahaan atau perorangan) menyebabkan Karhutla terus muncul tiap tahun, berbeda dengan Malaysia yang jumlah

Karhutlanya jauh lebh sedikit berkat aksi tanggap cepat serta mitigasi lebih terkoordinasi termasuk dengan bantuan citra satelit. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here