BOGOR – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) bersama Dompet Dhuafa melakukan seremoni pengguntingan pita sebagai tanda selesainya program renovasi Jembatan Pagersi yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/10/2023).
Jembatan Pagersi membentang di atas Sungai Ciliwung menghubungkan dua desa, yaitu Desa Sukahati di Cibinong dengan Desa Kedung Waringin di Bojonggede. Program renovasi jembatan sepanjang 32 meter dengan lebar 2,4 meter ini berlangsung selama dua bulan, sejak bulan Agustus hingga Oktober 2023.
Direktur MAMI, Justitia Tripurwasani yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Pengelolaan Investasi Syariah MAMI menyebutkan ini adalah dana umat dan bermanfaat untuk warga disini.
“Saya berterimakasih kepada Dompet Dhuafa meneruskan amanah yang kami terima, jembatan ini direnovasi dari produk reksa dana,” ucapnya dalam acara tersebut.
Dan Program renovasi ini dipilih karena Jembatan Pagersi merupakan sarana infrastruktur penting bagi warga setempat, warga sekitar, dan masyarakat umum. Jembatan ini tidak hanya dilalui oleh pejalan kaki, tetapi juga oleh kendaraan bermotor.
“Dengan selesainya program renovasi, kami harap warga masyarakat dapat melintasi Jembatan Pagersi dengan lebih aman, serta dapat mempermudah dan mempersingkat perjalanan menuju fasilitas pendidikan, fasilitas umum, dan tempat kegiatan perekonomian,” sambungnya.
Ketua DPS MAMI, Mohammad B. Teguh, lebih menginformasikan kalau renovasi jembatan ini mempunyai tanggung jawab yang berat, karena ini adalah dana umat.
“Kami berharap kedepannya kami tidak lagi membantu tetapi silaturahmi saja, maka dari itu jembatan ini haruslah dijaga dan dirawat, hingga bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang,” tuturnya.
Dalam program ini, MAMI dibantu oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika sebagai pelaksana program. Dompet Dhuafa bertugas mengajukan beberapa alternatif program di berbagai wilayah Indonesia kepada MAMI dan melaksanakan program yang telah dipilih oleh MAMI.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi menguraikan detail pekerjaan yang dilakukan, dimana dalam program renovasi ini, lebar jembatan ditambah, dari semula 2,1 meter menjadi 2,4 meter. Rangka jembatan juga diganti, dari rangka rel kereta menjadi rangka besi WF. Selain itu, lantai jembatan juga diganti, dari semula susunan batang kayu menjadi lantai besi plat bordes.
“Kalau dulu sepeda motor harus bergantian melintasi jembatan ini, sekarang beberapa sepeda motor dapat melalui jembatan ini dalam waktu bersamaan secara leluasa,” ungkapnya.
“Ini dikerjakan bersama DDSE, dimana peruntukannya untuk keperluan sosial, dan jembatan ini perlu adanya partisipasi masyarakat, karena selain harus punya rasa memiliki jembatan ini harus dijaga, sambung Rahmad Riyadi.
Lurah Sukahati, Noer Madya Eka pun juga mengapresiasi atas bantuan yang diberikan para donator. “Kami sangat bersyukur. Setelah sekian lama kami merasakan keresahan atas kondisi jembatan yang sudah tidak layak, kalau dulu dari kayu sekarang jembatan sudah berbahan baja hingga dapat dilalui oleh warga kami dengan aman dan nyaman,” ungkap Lurah Sukahati.

Ungkapan senada diutarakan oleh Dedi Johan, perwakilan dari Badan Pengawas Desa dan juga warga Kedung Waringin, “Terima kasih kepada MAMI atas bantuan renovasi jembatan yang merupakan sarana vital bagi warga kami. Saya berharap juga kepada warga untuk menjaga amanah jembatan ini, jangan jadi vandalisme atau perusakan,” ucap Dedi.
Perwakilan dari warga, Nurhasan juga mengucapkan ribuan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT, MAMI dan juga Dompet Dhuafa, serta para donatur yang sudah memperbaiki jembatan Pagersi hingga maksimal sampai hari ini dan sudah bisa dilewati hingga menjadi akses yang baik, bagus untuk perekonomian warga.





