Manfaat Timun yang Jarang Diketahui

JAKARTA – Timun biasanya dikonsumsi sebagai bagian dari salad atau lalapan pendamping hidangan utama. Buah ini kaya akan nutrisi, seperti potasium, magnesium, zinc, serat, vitamin C, vitamin B, vitamin K, dan antioksidan.

Menurut Channel News Asia pada Selasa (3/9/2024), mentimun terdiri dari 95 persen air dan hanya mengandung 15 kalori per 100 gram, atau sepertiga dari mentimun. Hal ini menjadikannya makanan yang baik untuk membantu menurunkan berat badan.

“Mentimun juga merupakan sumber vitamin K, kalium, dan folat yang sangat baik, ditambah sedikit serat serta mineral seperti seng, magnesium, dan mangan,” ujar Jaclyn Reutens, seorang ahli diet di Aptima Nutrition and Sports Consultants.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari nutrisi, serat, vitamin, dan mineral dalam mentimun, disarankan untuk mengonsumsinya tanpa mengupas kulitnya.

Reutens menambahkan bahwa satu buah mentimun utuh memiliki berat sekitar 300 gram, sementara anjuran konsumsi sayur dan buah hanya sekitar 100 gram per porsi.

Mentimun juga tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran. Beberapa mentimun memiliki garis-garis, bercak, atau benjolan, sementara lainnya berwarna hijau penuh. Varian seperti zucchini berwarna kuning, sedangkan mentimun lemon berbentuk bulat meski tidak berasa lemon.

“Zucchini mengandung serat sedikit lebih banyak dibandingkan mentimun lokal dan mentimun hijau Jepang, tetapi perbedaannya tidak terlalu besar,” kata Reutens.

Pilihan varietas mentimun tergantung pada resep yang akan dibuat. Secara umum, mentimun dengan benjolan kecil atau yang mengandung banyak air lebih cocok untuk diasamkan karena teksturnya lebih keras dan kulitnya lebih tebal.

Untuk hiasan, sandwich, atau salad yang membutuhkan mentimun mentah, pilihlah varietas yang lebih lunak dengan kulit tipis atau tanpa biji.

Namun, terkadang ada senyawa yang menyebabkan rasa pahit pada mentimun, yang disebut cucurbitacin. Senyawa ini bisa terlihat sebagai cairan putih seperti susu saat mentimun dipotong.

Untuk mengurangi rasa pahit, Reutens menyarankan untuk menggosok ujung mentimun sehingga cairan tersebut keluar dan rasa pahitnya berkurang.

Selain itu, ia merekomendasikan menggunakan garam untuk mengeluarkan cairan pahit ini melalui proses osmosis. Ulangi kedua metode tersebut sampai cairan putih tidak lagi muncul.

Bagi yang mengonsumsi obat pengencer darah, Reutens memperingatkan untuk tidak mengonsumsi mentimun secara berlebihan karena vitamin K dalam mentimun dapat menghambat efek obat tersebut.

“Bagi mereka yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin dan warfarin, vitamin K dapat mempercepat pembekuan darah. Oleh karena itu, terlalu banyak vitamin ini dapat mengurangi efektivitas obat pengencer darah. Hindari konsumsi mentimun berlebihan jika Anda mengonsumsi obat ini,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here