Maraknya Makelar Perdagangan Anak di Bawah Umur di Sambas

HumanTrafficking
ilustrasi

SAMBAS – Pasca lebaran, banyak makelar tenaga kerja bertebaran di Sambas yang mengajak anak di bawah umur bekerja dengan iming-iming gaji yang besar.

“Yang namanya anak-anak, jangankan bekerja ke luar daerah, di dalam daerah saja tidak diperbolehkan,” terang Direktur LBH Perempuan dan Keluarga, Rosita Nengsih, Minggu (7/8/2016).

Menurut Rosita, biasanya makelar tenaga kerja membawa warga bekerja di Pulau Jawa. Misalnya mereka ditawarkan untuk bekerja di konveksi ataupun membersihkan rumah walet. “Setidaknya sudah ada dua atau tiga kasus yang terungkap ke publik,” kata Rosita.

Dikhawatirkan kata Rosita justru anak-anak di bawah umur terutama perempuan ini bukan dipekerjakan ditempat mereka dijanjikan, namun justru kemudian dibawa ke rumah keraoke misalnya.

Namun menurutnya kemungkinan sangat kecil untuk mereka dibawa ke luar negeri, ” Kalau keluar negeri seperti Malaysia sudah sangat jarang, tidak seperti dulu lagi,” ujar dia.

Ia menambahkan, tak hanya Sambas, daerah lain juga diincar para makelar kerja. Bedanya, di Sambas seolah sangat dominan dalam kasus-kasus trafficking.

Diberitakan sebelumnya 19 anak dibawah umur asal Sambas berhasil diamankan di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka hendak dipekerjakan di Tangerang di sebuah pabrik konveksi milik BSD.

Advertisement