GAZA (KBK) – Pasukan pendudukan Israel menembaki nelayan Palestina di lepas pantai Gaza kemarin, Senin (16/11/2015). Akibat aksi brutal itu, menyebabkan semua nelayan melarikan diri dan meninggalkan jaring ikan mereka di laut.
Hal itu disampaikan Kepala Asosiasi Nelayan Palestina, Mahfouz Al-Kabariti, kepada QudsNet, Selasa (17/11/2015).
Menurut Mahfouz, memang tidak ada yang tewas dalam insiden itu, tetapi membuat jaring ikan milik nelayan jadi rusak dan ditinggalkan di laut.
Dalam laporannya, QudsNet menggambarkan serangan Israel yang dilakukan secara berulang kepada nelayan Gaza, sebagai bagian dari cara Israel melakukan pelatihan untuk pasukan angkatan laut mereka.
“Sejak serangan Israel berakhir tahun lalu di Gaza, angkatan laut Israel telah menembaki 7.036 kali nelayan Gaza, melukai 28 nelayan dan menewaskan satu orang,” kata nelayan Zakaria Baker QudsNet.
Baker mengungkapkan bahwa angkatan laut Israel telah menggunakan senjata baru seperti rudal untuk merusak kapal nelayan dan menenggelamkan kapal itu.
Nelayan juga mengatakan, pasukan Israel dengan sengaja merusak jaring ikan milik mereka agar tidak dapat digunakan lagi.
Selain itu, Baker menambahkan, bahwa angkatan laut Israel telah menangkap lebih dari 90 kapal nelayan di Pelabuhan Ashdod, yang semuanya disita dari nelayan ketika mereka mencari ikan.
Baker mengatakan bahwa tindakan Israel telah mendorong ratusan nelayan untuk berhenti bekerja dan dengan demikian menyebabkan ratusan keluarga kehilangan sumber pendapatan mereka.
Mahfouz Al-Kabariti menjelaskan, angkatan laut Israel menargetkan nelayan Palestina dengan berbagai alasan, termasuk: “Mendorong nelayan untuk meninggalkan profesi mereka sebagai nelayan, memeras nelayan yang ditangkap untuk mendapatkan informasi intelijen dan untuk menjaga nelayan agar tidak memasuki kawasan yang berisi cadangan gas alam.”
Al-Kabariti mengeluhkan kurangnya solidaritas terhadap nasib nelayan Palestina baik dari bangsa Arab maupun internasional. Dia juga mengeluhkan kurangnya dukungan berkelanjutan dari LSM internasional.
Al-Kabariti menyerukan bangsa Arab, pejabat internasional, serta eksekutif LSM, untuk memberikan tekanan pada Israel untuk menghentikan pelanggaran terhadap nelayan.




