Masih Cinta Sama Mantan Isteri dan Kangen Anak, Itu Sebab Mustafa Bajak EgyptAir

Pembajakan AgyptAir berkahkir. Foto: Reuters

NICOSIA (KBK) – Warga Mesir, Saif el Din Mustafa, yang membajak Pesawat EgyptAir pada hari Selasa (29/3/2016) yang dialihkan ke Siprus, mengklaim bahwa ia melakukan karena cinta pada mantan istrinya dan keinginan untuk melihat anak-anaknya.

Ketika ditanya oleh penyidik mengapa ia membajak EgyptAir Airbus-320 dan memaksa ke Siprus, jawabannya adalah: “Ketika seseorang tidak melihat keluarganya selama 24 tahun dan ingin melihat istri dan anak-anak sementara pemerintah Mesir tidak mengizinkan dia, apa yang harus dilakukan? ”

Tapi mantan istrinya Marina Paraschou menceritakan kisah yang berbeda dalam wawancara dengan dua surat kabar lokal pada hari Jumat (1/4/2016).

Dia mengatakan, Mustafa itu jauh dari sifat suami yang penuh kasih dan peduli, ia hanya mencatut namanya untuk mencari suaka ke Siprus.

Dia mengatakan mereka menikah pada tahun 1985 ketika ia berusia 20 dan tinggal di Oroklini, sebuah desa tidak jauh dari bandara Larnaca di mana Mustafa memerintahkan pilot untuk mendaratkan pesawat EgyptAir di Siprus.

Halaman Berikut: Pernikahan Kandas Setelah Dikaruniai 3 Anak

Advertisement