Masjid sebagai salah satu tempat ibadah umat Muslim juga memiliki peran penting lainnya. Kehadirannya tidak hanya sebagai bangunan untuk salat, zikir, dan mengaji. Sejatinya, masjid juga dapat menjadi pusat pemberdayaan dan ekonomi.
Sejarah mencatat, peradaban di masa nabi bermula dari masjid. Rasulallah Muhammad SAW saat membangun Madinah menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas. Ketika itu, segala aktivitas pendidikan, ekonomi, politik, kemasyarakatan, dan lainnya bertempat di masjid.
Namun, lambat laun fungsi itu semakin bergeser. Kini, sebagian besar masjid hanya sebagai tempat ibadah semata. Bahkan yang lebih miris, banyak masjid yang dibiarkan menganggur sebab tidak ada atau jarang yang salat di sana.
Semangat mengembalikan masjid sebagai pusat keunggulan (center of excellent) inilah yang tercermin dari Masjid Al Madinah di Zona Madina Dompet Dhuafa, Jampang, Bogor, Jawa Barat.. Masjid tersebut diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Ketua Dewa Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi, Jumat (29/4/2016).
Turut juga mendampingi Kasubdit Pengawasan Lembaga Zakat Kemenag M. Fuad Nasar, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat M. H. Tata Ulum, Bupati Bogor Nurhayanti, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor KH. Ahmad Mukri.
Berdiri di atas lahan sekitar 2.763 meter persegi, hadirnya Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan seiring dengan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.
“Masjid ini dibangun sebagaimana visi Dompet Dhuafa untuk mengembangkan kawasan Zona Madina seluas 6,4 hektar sebagai sebuah kawasan yang mampu mewujudkan kebermanfaatan yang maksimal bagi masyarakat Indonesia, khususnya kawasan Jampang dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan syiar Islam,” ungkap Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini.
Ada yang tak lazim dari masjid ini, yang membuat berbeda dari masjid lainnya. Kubah masjid Al Madinah berwarna merah muda (pink), yang merupakan paduan antara merah dan putih. Bukan tanpa alasan kubah tersebut diberi warna merah dan putih. Warna ini identik dengan bendera negeri ini. “Sentuhan merah putih di kubah merupakan simbol semangat ke-Indonesia-an,” tambah Ahmad.
Masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 2.400 meter persegi ini dengan total luas ruang sholat sekitar 1.300 meter persegi, serta memiliki kapasitas jamaah sebanyak 2.247 orang.
Zona Madina Dompet Dhuafa sendiri merupakan kawasan pemberdayaan umat terpadu yang dibangun di atas tanah seluas 3,6 Hektar di wilayah Jampang, Bogor. Zona Madina didesain dan dikembangkan dengan konsep kawasan tumbuh dan terpadu dengan landasan tata nilai Islam yang rahmatan lil alamin dengan tujuan sebesar-besarnya membangun pemberdayaan dalam arti luas meliputi pembangunan sosioekonomi, budaya dan pengembangan nilai religi dengan masjid sebagai pusat sentra kawasan.
Kawasan yang merupakan semacam aktivitas pemberdayaan komunitas terpadu berbasis nilai ke-Islaman ini, saat ini telah memiliki bangunan rumah sakit tanpa biaya—Rumah Sehat Terpadu, Kampung Wisata Djampang, Kampung Ternak, Bumi Pengembangan Insani yang di dalamnya termasuk di antaranya Smart Ekselensia Indonesia, Sekolah Guru Indonesia, Makmal Pendidikan, perpustakaan, dan sarana olahraga.





