JAKARTA, KBKNews.id – Bali dikenal luas sebagai destinasi wisata internasional dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya. Namun, di balik keramaian wisata dan ragam budaya, kini hadir simbol ketenangan spiritual yang memikat hati.
Terletak di Dusun Rening, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana, Masjid Pantai Bali berdiri indah menghadap langsung ke laut lepas, menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus destinasi wisata religi yang unik di Bali.
Suara deburan ombak dan semilir angin laut menjadi latar alami yang menenangkan hati. Di sini, umat Islam dapat beribadah dalam suasana damai dengan panorama laut yang memukau. Terutama saat Matahari terbenam, menciptakan pantulan cahaya indah di permukaan air.
Masjid Pantai Bali menjadi wujud harmoni antara ajaran Islam dan pesona alam Bali. Dengan keberadaannya, Bali kini tidak hanya dikenal sebagai pulau seribu pura, tetapi juga simbol toleransi dan keberagaman yang hidup berdampingan.
Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh masyarakat muslim setempat bersama Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), yayasan yang terinspirasi dari semangat dakwah Walisongo dan fokus pada pemberdayaan komunitas pesisir.
Ketua YMPN, Firmansyah Dimmy, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap Masjid Pantai Bali dapat menjadi tempat yang membawa keberkahan dan manfaat bagi semua makhluk, sesuai dengan semangat “rahmatan lil ‘alamin”.
Masjid Medsos
Masjid ini juga dikenal sebagai “Masjid Medsos” karena dibangun melalui strategi pemasaran digital dan pemanfaatan media sosial secara intensif, berbeda dari pendekatan konvensional.
Uniknya, sebagian besar panitia pembangun berasal dari berbagai kota di Jawa, Bali, dan Sumatra, dan banyak di antaranya belum pernah bertemu langsung. Seluruh koordinasi dilakukan secara online.
YMPN juga meluncurkan gerakan wakaf tunai bertajuk “Watu Mapan” (Wakaf Tunai Masjid Pantai) guna mendukung pengembangan fasilitas masjid dan program sosial keagamaan lainnya.
Wisatapreneur
Dalam upaya menciptakan sinergi antara keislaman dan pariwisata, YMPN dan DKM Masjid Pantai Bali merancang konsep wisatapreneur dengan visi masjid sebagai pusat yang edukatif, ekonomi, ekologi, empatik, dan entertainment (5E).
Salah satu kegiatan unggulannya adalah Festival Masjid Pantai Bali yang mengangkat nilai-nilai Islam yang inklusif dan rahmatan lil ‘alamin.
Dalam festival ini digelar berbagai lomba dan kegiatan seperti lomba perahu layar, lomba dayung, pawai nelayan zaman dulu, seni Islami, penanaman pohon kurma, santunan anak yatim, dan tablig akbar.
Masjid ini juga mengusung konsep Wisata Ramah Muslim sebagai pelengkap keragaman budaya dan agama yang sejak lama hidup dalam semangat toleransi di Bali.
Jambore Bersih-Bersih Masjid Jawa-Bali
Baru-baru ini, Masjid Pantai Bali menjadi tuan rumah acara Jambore Bersih-Bersih Masjid Jawa-Bali yang melibatkan Tim Masjid Jogokariyan Yogyakarta, YMPN, dan DKM Masjid Pantai Bali.
Acara ini bertujuan membangun kesadaran pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah serta mempererat kerja sama antarorganisasi dan masyarakat. Dengan tema “Bersih Masjidku, Bersih Negeriku”, jambore ini melibatkan 309 peserta.
Firmansyah Dimmy mengapresiasi gerakan kebaikan yang baru pertama kali diadakan secara massal di Bali. Ia berharap aksi ini bisa menjadi pemantik gerakan berkelanjutan sekaligus berkontribusi bagi sektor pariwisata Jembrana.
“Kita berharap kegiatan Bersih-Bersih Masjid Jawa-Bali tersebut bisa berlangsung secara berkesinambungan dan dapat menggerakkan dunia pariwisata di Jembrana,” tuturnya.
Kegiatan ini dimulai dari Masjid Jogokariyan pada 11 April 2025 dan berakhir di Masjid Pantai Bali pada 12–15 April 2025. Serangkaian aktivitasnya meliputi pembersihan masjid, tablig akbar daring, kemah bersama kyai, sesi berbagi pengalaman, parade sampan layar, wisata laut, dan lomba memancing.




