Massa Lari karena Gas Air Mata, Saat Melayat Jamian

Korban Kebonharjo. Foto:MetroSemarang

KEBONHARJO – Warga yang tengah melayat di rumah Jamian lari tunggang-langgang karena gas air mata yang ditembakan polisi.

“Tega sekali, kami sedang berduka,” ungkap Kornen Agaknya Jamian, pria berusia 49 tahun ini, tidak tahan karena penggusuran, ia roboh usai melakukan orasi penolakan penggusuran Kebonharjo, Kamis (19/5) siang.

Duka warga semakin menjadi ketika rumah Jamian yang yang dipenuhi pelayat justru ditembaki dengan gas air mata.

Dari keterangan Joko Siswanto (54) tetangga sekaligus karib korban, diketahui bahwa Jamian pingsan begitu selesai melakukan orasi sekitar pukul 09.30 wib.

“Sedang mengimbau agar jangan anarkis, tapi tiba-tiba dia mengeluh aduh sakit, dan langsung jatuh,” terang Joko yang berada di dekat korban saat jatuh.

Korban yang dikenal berkeperibadian baik ini meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Tidak ada riwayat penyakit, kakak saya itu sehat wal afiat,” terang Kornen adik ipar Jamian.

Ia menambahkan bahwa korban sepertinya cukup tertekan dengan adanya penggusuran ini. Mengingat rumah Jamian juga menjadi sasaran penggusuran. Ditambah lagi kondisi kampung Kebonharjo saat penggusuran yang begitu padat.

Seperti diberitakan MetroSemarang, istri korban hingga saat ini masih syok dan belum dapat memberikan keterangan. Namun, Kornen sebagai perwakilan keluarga menginginkan adanya keadilan bagi warga Kebonharjo.

 

Advertisement