Makassar- Sejumlah daerah di Tanah Air sudah mulai siaga menghadapi banjir, mengingat mulai masuk musim hujan awal Oktober ini. Tak terkecuali Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan mulai mengantisipasi bencana banjir dan longsor memasuki musim hujan. Setidaknya, ada sepuluh kabupaten/kota di Sulses yang menjadi langganan bencana tersebut.
“Untuk Kota Makassar dan Kabupaten Maros potensi bencana yang harus diantisipasi adalah banjir, dan sedikit longsor untuk kabupaten Maros. Delapan kabupaten lain, yaitu Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utatra, Luwu Timur, Sinjai, dan sedikit di Kabupaten Bulukumba, ini berpotensi longsor,” kata Kepala BPBD Sulsel Syamsibar di Makassar, Minggu (2/10/2016) seperti dilansir MTNC.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan bupati dan wali kota mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi terkait cuaca dan musim pancaroba. Syahrul mengatakan Sulsel memiliki protap dan prosedur penanganan berbagai musim, terutama menghadapi bencana, baik air, angin, api, dan lain-lain.
“Nah olehnya itu memang menghadapi cuaca yang bisa dilakukan saat ini adalah memberi warning, termasuk melalui media, bahwa cuaca ekstrem terjadi secara global,” ujar dia, kemarin.
Kendati tak mengharapkan bencana melanda daerahnya, Syahrul menilai antisipasi dini perlu dilakukan.
Syahrul menyatakan BPBD Sulsel sudah melakukan persiapan-persiapan yang dibutuhkan untuk penanggulangan bencana.
Ditemui terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Jasa BMKG Sulsel Sujarwo menyatakan, September lalu Sulsel masih pada periode musim kemarau, dan musim hujan akan maju, walaupun tetap bervariasi pada masing-masing daerah.
“Awal musim hujan periode ini akan maju 1-2 dasarian. Oktober merupakan periode peralihan musim ini merata di Sulsel kecuali wilayah timur Sulsel. Untuk curah hujan pada awal Oktober, berada dikisaran 50-100 mm,” ucap Sujarwo.





