Masuki Fase Pemulihan, Lombok Masih Butuh Bantuan

RUBUH- Masjid rubuh dan rata dengan tanah, karena kekuatan gempa 7SR menimpa Lombok, (5/8/2018) lalu. Foto: BNPB

LOMBOK – Kebutuhan warga Lombok terhadap bantuan pascagempa masih tinggi meski Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ahad (26/8/2018) lalu telah menetapkan status bencana gempa Lombok memasuki fase pemulihan.

Salah satu masalah yang masih tinggi yakni keberadaan air bersih. Sejak gempa 6,4 SR akhir Juli lalu, masyarakat kesulitan dalam akses ke sumber air yang dapat diandalkan untuk digunakan masyarakat sekitar.

Musim kemarau pun memperparah keadaan dan tidak sedikit sumber air mengalami kekeringan.

“Karena gempa, sumber air warga tertutup longsor. Sampai saat ini, warga tidak punya sumber air memadai,” ucap Diding kata koordinator pendistribusian air bersih Aksi Cepat Tanggap (ACT), Diding Fahruddin, dikutip Republika.

Salah satu warga yang menerima bantuan air bersih dari ACT,  Mahnun, mengaku sudah seminggu tidak mendapat air bersih. Karena itu, ia dan sejumlah pengungsi di lokasi tersebut langsung bergegas membariskan ember, jeriken, maupun drum untuk diisi air bersih.

“Sudah satu minggu belum ada bantuan air. Tapi sekarang datang alhamdulillah. Ada rasa senang kalau ada air,” ujar Mahnun.

Advertisement