MALANG (KBK) – Semuanya yang ada di dunia akan sirna, karena tiada yang abadi. Yang hidup pasti akan mati. Apa yang diusahakan dan apa yang dilakukan di dunia selama ini yang berupa materi tidak akan dibawa mati. Hanya amal sholehlah yang akan menjadi teman abadi dan penolong nanti.
Bahkan pepatah mengatakan orang akan mati sesuai dengan amal kebiasaannya. Kalau dia biasa bermaksiat, maka dia akan mati dalam keadaan maksiat. Tapi kalau ia ahli ibadah maka, insya Allah matinya dalam keadaan beribadah.
Seperti yang dialami H. Miftah Arifin, warga Kauman Lawang, Malang Jatim yang biasa memandikan jenazah warga lain, Selasa malam, 3-1-2017, wafat di saat sujud terakhir pada sholat sunat ba’diah isya’.
Menurut kesaksian jamaah, saat sholat isya, almarhum terlihat biasa. Jamaah pun bubar setelah shalat isya berjamaah, sedangkan sebagian lainnya masih sholat sunat ba’diah ‘isya termasuk pak H. Miftah Arifin, Allohu yarham. Namun setelah masjid mau ditutup petugas, beliau belum juga bangkit dari sujudnya dan ternyata ketika petugas menghampiri beliau ternyata sudah wafat.
Benar apa yg disabdakan Rasulullah SAW: “Seseorang kelak akan wafat, tergantung perbuatan yg ia biasakan saat hidup”.
Dalam sejarah disebutkan bahwa Sahabat Umar bin Khattab RA meninggal saat mengimami sholat subuh dan membaca surat Al-Anfaal. Begitu pula sahabat Utsman dan Ali juga dibunuh saat membaca Al-Quran. Para khulafur Rasyidin sangat siap dengan menyambut kematian. Begitu juga Alm H. Miftah Arifin, terlihat sangat siap. Bagaimana dengan kita?
Berikut Videonya:
Sumber: WA Group dan FB Yuni Rusmini





