3 Bulan Setelah Matthew, Haiti Terancam Kelaparan

Ilustrasi dampak badai Matthew di Haiti, hancurkan ribuan rumah penduduk. Foto: Reuters

Port-au-Prince—Meski badai Matthew telah berlalu tiga bulan lamanya, nasib warga Haiti masih memprihatinkan. Ratusan ribu orang yang selamat dari bencana itu kini terancam kelaparan. Lembaga kemanusiaan Oxfam memperingatkan, harus ada upaya lebih dari lembaga donor internasional dan pemerintah untuk membantu mereka.

Dalam siaran pers yang dikutip dari ReliefWeb, Kamis (5/1/2017), dana PBB yang dikucurkan untuk respon darurat sebesar US$ 139 juta masih kurang 38 persen. Kondisi ini mengancam mereka yang tinggal di wilayah selatan dan Grande di semenanjung selatan Haiti. Panen yang semula dijadwalkan pada Januari atau Februari ini terancam gagal karena 80 persennya sudah rusak diterjang badai. Demikian halnya dengan ternak dan komoditas warga lainnya. Di wilayah yang terdampak itu, 80 persen penduduknya bergantung pada pertanian.

Sebelum bencana melanda, penduduk Haiti sudah menghadapi kekeringan parah yang menghancurkan pertanian mereka.

Direktur Oxfam, Damien Berrendorf, mengatakan, badai yang melanda Haiti ini dalam hitungan jam tapi telah menciptakan bencana jangka panjang. “Pemerintah Haiti, donor dan badan-badan bantuan harus bertindak  bersama,” ujarnya.

Angka resmi dari Kantor untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA) menunjukkan, 806.000 orang berada pada kerawanan pangan yang sangat ekstrim, dan diperkirakan 750.000 orang tidak memiliki air bersih untuk minum, memasak, dan mencuci.

 

Advertisement