Masyarakat Diimbau Jauhi Gamalama

Ilustrasi erupsi Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara/ galamedianews

TERNATE—Masyarakat diimbau menjauh atau tidak berada di radius 1,5 kilometer (km) dari kawah Gunung Gamalama. Pasalnya, kondisi gunung tersebut terjadi dua kali semburan abu vulkanik tipis.

“Status Gamalama meningkat menjadi waspada level II. Masyarakat diminta menjauh hingga radius 1,5 km,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Gamalama Darno Lamane, seperti dikutip dari Republika.co.id, Jumat (6/1/2016).

Saat ini, status Gunung Gamalama masih pada waspada level II. Masyarakat sekitar gunung dan wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak dalam radius 1,5 km.

Darno mengatakan, sejak pukul 06.00 hingga 13.00 WIT hari ini, terjadi 12 kali gempa. Gempa tersebut terdiri atas tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo maksimun 4-59 mm, s-p 11.54 detik, dan lama gempa 36.75-204 55 detik dan satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo maksimum 6 mm, s-p 0.65 detik dan lama gempa 6.34 detik.

Kemudian tiga kali gempa tremor harmonik dengan amplitudo maksimum 2-2.5 mm dan lama gempa 17.5-45.61 detik. Lima kali gempa embusan dengan amplitudo maksimum 4-27 mm dan lama gempa 11.20-80.5 detik.

Ditambahkan Darno, hujan lebat kini masih terus terjadi di Ternate, sehingga sewaktu-waktu akan mengeluarkan banjir lahar dingin. Masyarakat sekitar kali yang sering dilalui lahar dingin diimbau waspada. “Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar,” ujarnya. ROL

Advertisement