Masyarakat Diimbau Waspadai Guguran Awan Panas Karangetang

Pusat Vulkanologi, dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM merekam sebanyak  60 kali gempa guguran Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara pada periode 1-17 Mei 2023. (Foto: PVMBG)

MANADO – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap ancaman potensial guguran awan panas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

“Harap berhati-hati terhadap kemungkinan guguran awan panas karena kubah lava yang lama masih berada di puncak gunung dan bisa runtuh sewaktu-waktu bersamaan dengan keluarnya lava,” kata Kepala Badan Geologi, Sugeng Mujiyanto, dalam penilaian aktivitas Gunung Karangetang pada periode 26 Mei hingga 1 Juni 2023 yang disampaikan oleh Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang.

Menurutnya, guguran awan panas Gunung Karangetang terjadi karena tumpukan material lava yang jatuh atau longsor.

Dia menjelaskan bahwa erupsi efusif Gunung Karangetang masih terjadi, dengan lava mengalir keluar dari bagian barat daya kawah utama dan mengarah ke Kali Batang, Timbelang, dan Beha Barat dalam jarak sekitar 1.200 meter.

Sementara itu, lava yang terguling ke arah selatan masuk ke Kali Batuawang dan Kali Kahetang dengan jarak luncur sekitar 1.500 meter.

“Data seismik menunjukkan bahwa aktivitas gempa guguran masih tinggi,” katanya, dilansir dari Antara.

Dia menambahkan bahwa erupsi efusif masih terus terjadi, namun data visual menunjukkan bahwa aliran lava yang mengarah ke tenggara telah berkurang sejak 24 Mei 2023.

Sementara itu, aktivitas luncuran lava masih terpusat ke arah barat daya dan selatan dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.500 meter dari kawah utama.

Meskipun tidak terjadi guguran awan panas pada periode ini, namun perlu waspada terhadap kemungkinan terjadinya guguran awan panas ke arah selatan atau menuju ke Kali Kahetang dan Kali Batuawang.

Advertisement