JAKARTA (KBK)– Masyarakat adat di Mentawai, Sumatera Barat, masih minim mendapatkan informasi tanggap bencana. Hal ini menjadi penyebab banyaknya korban yang jatuh saat bencana gempa dan tsunami di Mentawai tahun 2010 silam.
“Daerah kepulauan Mentawai ketika tahun 2010, masih belom terekspos, peringatan gempa dan tsunami hanya ada di salah satu media swasta saja, itu pun di Kota Padang bukan di Mentawai, ” ujar Irina Rafliana, Peneliti LIPI sebagai pembicara dalam acara “Share Knowledge Save Life From Mentawai,” yang diadakan oleh Perkumpulan Skala, di Jakarta (7/1/2016).
Irina juga menyampaikan, butuh 3-4 tahun untuk menyadarkan Masyarakat Adat Mentawai terhadap pentingnya tanggap bencana sejak dini.
“Masyarakat, ilmuan, praktisi, aparat penanggulangan bencana harus berkolaborasi dalam upaya mitigasi di Mentawai,” ujarnya. *




