Mata Kanan Tidak Berfungsi, Kakek ini Tetap Semangat Berdagang Balon

mata
Raida bersamabalon dagangannya. Foto Dok @@rifalasifam

JAKARTA – Pagi itu angin sejuk khas Kota Bandung bertiup semilir.Dinginnya mulai beradu sengatan sinar matahari yang masih malu-malu menampakan wujudnya. Di kala itu juga Raida sudah siap menyongsong hari bersama mainan balon dagangannya.

Usia yang menginjak 92 tahun tak dijadikan Raida sebagai hambatan. Kakinya yang sudah mulai mengeriput tetap ia gunakan untuk menggowes sepeda keliling kawasan Pasar Cibogo – Setraduta Bandung,Jawa Barat.

Balon-balon dagangan Raida yang warnanya nyala merona terlihat kontras dengan kulit Raida yang akrab terbakar sinar matahari. Ketika jarum jam menunjukan pukul 1 siang Raida mmemilih kembali ke kontrakannya di daerah Pesantren.

Dalam berdagang impian Raida cuma satu, yakni mengumpulkan lembaran rupiah untuk pulang kampung ke Cirebon. Namun apa daya, kendati sudah bersusah payah Kakek yang memiliki 6 cucu dan 7 cicit ini hanya mampu membawa pulang Rp 40 ribu dari 5 balon yang berhasil dijual.

“Itu belum dipotong uang setoran kepada juragan balon yang juga pemilik kontrakan,” ucap seorang netizen bernama @rifalasifam yang membagikan crita Rida ke instagram
@ketimbang.ngemis.bandung

Menurut @rifalasifam Kakek Raida merupakan pribadi yang tidak mau merepotkan anak-anaknya. Sementara istri Raida sudah meninggal beberapa waktu lalu.

“keadaan penglihatan bapak kurang baik, mata sebelah kananya tidak berfungsi sehingga penglihatannya hanya mengandalkan mata kiri yg juga sudah buram, bapak pengen pake kacamata tapi ga punya uang,” tulis @rifalasifam dalam unggahannya.

Advertisement