Mati Lampu Saat Cuci Darah, Nyawa Pasien Diabetes Tak Tertolong

‎LAMPUNG – BR (45), warga Jalan Tangkupan Perahu No.85, Bandar Lampung‎ ini diduga menjadi korban malpraktek sebuah Rumah Sakit Umum (RSU) di Bandar Lampung karena meninggal saat listrik padam bersamaan dengan cuci darah yang tengah dilakukannya.

“Adik saya diperbolehkan pulang setelah cuci darah. Selasa (18/10/2016) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, adik saya dibawa ke ruang cuci darah. Tapi hanya ditemani satu orang perawat tanpa ada dokternya. Sekitar 15 menit melakukan cuci darah, tiba-tiba listrik padam dan mesin‎ UPS juga langsung berhenti beroperasi, padahal selang UPS masih tertempel di tubuh adik saya,” ujar M.Riko, dikutip dari liputan6.com, Rabu (19/10/2016).

“Tubuh adik saya langsung kejang-kejang dan tiba-tiba langsung lemas dan tidak ada pergerakan lagi. Sekitar lima menit kemudian, baru listrik kembali hidup, tapi tidak ada reaksi apa-apa dari tubuh adik saya,” lanjutnya.

Dokter jaga RS baru datang 30 menit kemudian, dan menyatakan pasien sudah meninggal. Pihak keluarga
sudah berusaha menemui pihak direksi rumah sakit, namun pejabat rumah sakit sedang tidak berada di tempat. Hingga akhirnya Gufron, dokter spesialis yang menangani BR datang dan menemui keluarga pasien.

“Dokter Gufron datang dan menanyakan ke kami tentang kejadian ini. Dia pun kecewa kenapa tidak ada dokter di ruangan cuci darah tersebut dan hanya diserahkan ke perawat saja. Hingga saat ini, kita belum mendapatkan jawaban dari pihak rumah sakit. Kita juga baru tahu setelah pulang kalau dokter Patricia yang bertugas di ruangan cuci darah. Padahal tadi ketemu dengan dokternya, tapi dia tidak bilang ke kami,” katanya.

‎Merasa menjadi korban kelalaian pihak rumah sakit, pihak keluarga pasien mengadukan rumah sakit ini ke Mapolda Bandar Lampung dengan laporan tindakan Malpraktek dan Kesalahan Prosedur.

“Pihak kepolisian tadi sudah mendatangi rumah sakit dan lokasi ruangan cuci darah. Kita melaporkan ini agar tidak ada lagi korban di rumah sakit ini,” ucapnya.

Riko mengatakan sang adik sebelumnya tidak pernah mengeluh sakit atau didiagnosa sakit parah. Baru kali ini, BR dirawat di rumah sakit karena didiagnosa menderita penyakit diabetes.

Advertisement