JAKARTA – Husnul Muasyaroh, psikolog dengan gelar master di bidang psikologi profesi dari Universitas Indonesia, memberikan beberapa tips kepada orang tua untuk membantu persiapan anak kembali ke sekolah setelah libur panjang musim Lebaran.
Salah satu tipsnya adalah dengan mengatur ulang jam tidur anak agar terbiasa kembali dengan waktu kegiatan seperti saat masuk sekolah, terutama soal jam tidur.
Husnul menyarankan agar orang tua berdiskusi santai dengan anak tentang topik kembali ke sekolah dan memastikan jadwal tidur anak tidak lebih dari pukul 9 malam agar anak dapat bangun pagi dalam kondisi segar.
“Ajak anak berdiskusi santai tentang topik kembali ke sekolah,” kata Husnul, dilansir dari Antara, Rabu (3/5/2023).
Tips lainnya adalah dengan menanyakan perasaan anak menjelang kembali ke sekolah. Misalnya, apa hal yang menarik yang akan anak lakukan ketika bersekolah nanti.
“Orang tua juga perlu menormalisasi perasaan cemas atau khawatir anak soal kembali ke sekolah supaya anak memahami bahwa perasaan seperti itu adalah wajar dan dapat diatasi,” kata Husnul, yang berpraktik di Ohana Space itu.
Kemudian, menumbuhkan kembali perasaan sense of belonging (keadaan saat seseorang merasa memiliki sesuatu) bahwa anak adalah bagian dari sekolah. Sehingga, mereka perlu kembali ke sekolah untuk mempelajari hal baru, baik secara akademik maupun sosial.
Kiat lainnya, orang tua ikut serta membantu anak mempersiapkan diri untuk kembali ke sekolah yaitu dengan memastikan segala kebutuhan anak telah disiapkan, mulai dari seragam hingga peralatan sekolah. Dengan begitu, anak merasa bahwa kebutuhannya untuk kembali bersekolah telah terpenuhi.
Samanta Elsener, seorang psikolog anak, menyarankan agar orang tua turut serta membangkitkan semangat anak untuk kembali ke sekolah dengan menciptakan suasana yang menyenangkan. Dan, menghindari hal-hal yang memicu anak menjadi cemas atau tidak semangat ke sekolah.
“Orang tua diharapkan menghindari hal-hal yang memicu anak menjadi cemas atau tidak semangat ke sekolah,” ujarnya.
Samanta mengungkapkan bahwa untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, orang tua disarankan untuk memulai tiga hari sebelum hari pertama masuk sekolah. Ia juga menyarankan agar orang tua menghindari penggunaan gadget sebelum tidur agar anak dapat tidur dengan kualitas yang baik.
Kualitas tidur yang baik dapat membantu anak terbangun dengan segar, meningkatkan konsentrasi belajar, dan menjaga stabilitas emosi.
Jika anak merasa cemas atau tertekan tentang kembali ke sekolah, Samanta menyarankan agar orang tua mendengarkan keluhan mereka dan membantu anak untuk mengatasi rasa cemas atau stres tersebut.
Salah satu cara adalah melalui teknik relaksasi seperti pernapasan, grounding, pengalihan perhatian, olahraga, atau mendengarkan musik untuk menetralisir emosi mereka.





