JAKARTA – Berbagi antar sesama atas apa yang kita miliki secara sah dan halal merupakan sifat mulia. Kita dianjurkan untuk berbuat baik kepada sesama manusia sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu.” (QS Al-Qashas 28: 77)
Banyak terminologi dalam Islam yang menjelaskan makna berbagi. Misalnya, amal perbuatan baik disebut dengan sedekah. Pemberian yang diwajibkan terhadap umat Islam untuk memuliakan dan menyucikan seseorang disebut zakat.
Berbagi yang disertai keikhlasan untuk membantu saudara yang memerlukan dan demi mencari keridaan Allah Ta’ala akan mendapat pahala berlipat ganda. Terlebih di bulan Ramadan. Kita selayaknya meningkatkan semangat berbagi sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah SAW.
Kedermawanan beliau ketika memasuki Ramadan diibaratkan melebihi embusan angin yang membawa kesejukan dan kehidupan bagi alam.
Berbagi dengan Memberdayakan Orang Lain
Namun demikian ibadah seperti berbagi itu sebaiknya dalam konteks investasi pendidikan dan pembangkitan usaha mencari nafkah. Artinya dengan berbagi uang, jangan sampai membangun sifat bergantung pada orang lain.
Uang yang dibagikan seharusnya bisa menjadi modal usaha atau biaya untuk pendidikan. Jangan memberi ikan, berilah kail dan cara memancingnya. Pada gilirannya, mereka diharapkan mampu mandiri dalam menghidupi diri dan keluarga.
Sempurnakan keberkahan Ramadan kali ini dengan wakaf. Selain mendapatkan kelimpahan rezeki di dunia, aliran pahala wakaf akan terus mengalir terus setelah kita wafat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Ketika manusia meninggal dunia, maka seluruh amalnya akan terputus, kecuali atas tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR Muslim)
Saat wafat memanggil, kita tidak mungkin lagi berbuat kebaikan, baik itu salat, zakat, sedekah, puasa, atau haji. Harta yang kita wakafkan akan menjadi sumber pemasukan yang mengisi terus menerus tabungan pahala setelah wafat kelak.
Selagi kita masih diberi kesempatan, mari isi tabungan pahala tersebut. Jadikan wakaf sebagai tanda syukur, tanda cinta, tanda bakti terbaik kita, sekaligus membangun modal ekonomi umat yang terbaik.
Apalagi, sekarang berwakaf sangat mudah. Bisa berupa uang tunai. Dengan wakaf tunai, kita bisa berwakaf sesuai anggaran tanpa menunggu harus punya tanah atau harta berlimpah.
Mumpung masih Ramadan yang penuh dengan diskon pahala, yuk, buka tabungan pahala untuk kehidupan kita yang abadi kelak. Harta kita bersih, kita kembali fitri di hari yang fitri. (tabungwakaf.com)





