Menaklukkan Rembulan, Menggapai Matahari

Wahana antariksa Parker Solar Probe (PSP) yang diluncurkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada 12 Agustus 2018 dilaporkan sudah sampai ke corona (cincin) matahari yang suhunya sampai 1.337 derajat Celsius pada April lalu.

NEIL Amstrong, astronaout Amerika Serikat berhasil menjadi orang pertama yang mampu melangkahkan kakinya bersama Edwin Aldrin di permukaan bulan pada 20 Juli 1969, kini manusia mulai mencoba menaklukkan matahari yang panasnya sampai 1.337 derajat Celsius.

Mereka berdua dengan kendaraan luar angkasa Modul Lunar sempat berada di permukaan bulan selama dua jam 30 menit, sementara komandan misi Apollo XI Michael Colins tetap berada di pesawat induknya, Apollo XI.

Pesawat ruang angkasa Apollo XI yang diberangkatkan bersama ketiga awaknya pada 16 Juli, kembali dengan selamat di  bumi, setelah kapsul yang mereka tumpangi jatuh di Samudra Pasifik, 24 Juli 1969.

Masih banyak saat itu penduduk di sejumlah belahan dunia yang tidak percaya dan menganggap mustahil manusia bisa sampai ke planet yang berjarak 384.400 KM dari bumi itu.

“Nonsense, tidak masuk akal, “ kata sebagian orang, bahkan ada yang menganggap hal itu cuma dongeng, omong-kosong dan dinilai melawan kekuasaan Allah.

Untung saja saat itu belum ada medsos, karena jika tidak, pasti memicu polemik,  pro-kontra, juga hoaks untuk mendukung argumentasi orang-orang yang tidak mempercayai prestasi yang diukir manusia mencapai bulan.

Kini setelah 52 tahun berlalu, manusia mencoba mengukir prestasi berikutnya untuk menggapai matahari yang berjarak sekitar 150 juta Km dari bumi.

Badan Penerbangan dan Angkasa Luar AS (NASA) dalam pertemuan Persatuan Geofisika AS (AGU), Selasa (14/12) lalu (Kompas, 18/12) menyebutkan,  wahana antariksa Parker Solar Probe  (PSP) telah berhasil mencapai atmosfir bagian atas corona matahari.

Associated Adminisitrator Direktorat Misi Sains NASA Thomas Zurbuchen seperti dikutip situs NASA (15/12) menyebutkan, sukses PSP menyentuh matahari adalah momen bersejarah pencapaian sains yang merupakan prestasi luar biasa umat manusia.

Jauh Lebih Sulit

Sebelumnya, ruang antarbintang sudah diraih manusia melalui misi Voyager I dan II, menyambangi matahari bukan hal mudah, mengingat suhu corona matahari yang 1.377 derajat Celsius, kuatnya medan magnit dan besarnya tarikan gravitasi.

PSP dilaporkan berhasil terbang pada jarak 18,8 jari-jari matahari atau 13 juta Km dari tampak permukaan matahari (fotosfer), melintasi corona atau atmosfir atas matahari pada 28 April 2021.

Batas atmosfer matahari yang dikenal sebagai pemukaan kritis Al-fven diperkirakan berjarak 10 sampai 20 kali jari-jari matahari atau 6.9 sampai 13,8 juta Km dari permukaan matahari.

Pada batas tersebut, gravitasi dan medan magnit matahari menjadi lemah untuk menahan material yang naik dari permukaan matahari hingga menjadi angin matahari.

“PSP telah terbang melinta pada jarak kurang dari 20 jari-jari matahari secara konsisten dan terbang di areal corona dalam tiga waktu berbeda selama lima jam, “ demikian AGU dalam pernyataannya.

PSP merupakan wahana pertama yang dirancang untuk mendekati matahari dan diluncurkan dari pangkalan udara Cape Canaveral , Florida pada 13 Agustus 2018 untuk misi yang berlangsung tujuh tahun (sampai 2025).

Allah memberikan peluang amat luas bagi umat manusia untuk memanfaatkan karuniaNya, selanjutnya tergantung manusia, apakah menggunakannya untuk tujuan negatif atau kemaslahatan bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement