BAHRAIN – Menantu Trump, Jared Kushner pada konferensi di Bahrain, mendesak para pemimpin Palestina mempertimbangkan $ 50 miliar untuk meningkatkan ekonomi Palestina dan negara-negara tetangga.
Iming-iming tersebut diberikan AS agar Palestina mau menerima kesepakatan damai yang telah disusun di AS dan akan dibicarakan di konferensi Bahrain.
Tetapi para pejabat Palestina mengatakan bahwa Trumplah yang telah menimbulkan kesulitan lebih lanjut pada rakyat Palestina, memotong ratusan juta bantuan kepada organisasi-organisasi kemanusiaan di seluruh Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
“Tim yang sama yang memotong 350 juta dolar bantuan untuk kamp-kamp pengungsi, (pergi) ke Manama untuk mengatakan kami memiliki rencana yang brilian untuk membawa peluang baru bagi Palestina, peluang baru,” kata Kepala Negosiator Palestina Saeb Erekat, dilansir Press TV, Kamis (27/6/2019).
Dia juga mengatakan pemerintah AS ingin menutup sekolah-sekolah Palestina dan unit-unit kesehatan di kamp-kamp pengungsi di Palestina, Yordania dan Libanon.
Pada Agustus tahun lalu, Washington mengumumkan diakhirinya semua dana AS untuk badan PBB yang membantu pengungsi Palestina. Sejauh ini AS adalah donor terbesar UNRWA, dan memberikan $ 364 juta pada tahun 2017.
Dan pada bulan Februari, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) menghentikan semua bantuan kepada Palestina, yang diberikan $ 268 juta pada tahun 2017.
Pemotongan AS secara luas dipandang sebagai cara untuk menekan kepemimpinan Palestina untuk kembali terlibat dengan Gedung Putih, yang telah diboikot sejak Trump mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibukota rezim Israel pada tahun 2017.





