JAKARTA (KBK) – Menyongsong era digital, Dompet Dhuafa kembali menghelat Indonesia Wakaf Summit 2019 (IWS) di Jakarta (5/5). Dengan tajuk Transformasi Wakaf Produktif di Era Digital : Mengoptimalkan Kapital Halal, IWS menarget dapat mencetak sejuta wakif dari kaum milenial.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ismail A Said menuturkan IWS kali ini merupakan lanjutan IWS tahun 2017 lalu dengan menajamkan wakif berasal dari golongan milenial melalui transformasi digital dengan cara berwakaf via gawai.
“IWS juga diharapkan dapat melahirkan closing bisnis antara investor dunia akhirat,” terang Ismail dalam sambutannya.
Ketua Badan Wakaf Indonesia M.Nuh mengatakan bicara lerwakafan bukan lagi hal biasa tetapi telah menjadi urusan yang luar biasa mengingat fungsi wakaf dapat memperbaiki kesejahteraan, meningkatkan sistem dakwah, menjaga harkat martabat umat dan bisa menjadi keabadian.
“Yang harus kita dorong adalah memperbanyak wakif dari kalangan milenial. Kita mesti lakukan sosialosasi dan literasi di dunia perwakafan guna memperbanyak wakif dan bangun kepercayaan,” ujar Nuh.
Nuh menambahkan isu pengelolaan aset wakaf juga harus diperhatikan agar ke depan aset wakaf dapat dikembangkan dan memberi nilai tambah.
“Peradaban akan tampak maju bila umatnya bisa baik dan membesarkan aset wakaf,” terang Nuh.
Direktur Eksekutif Komite Nasional Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo Soedigno memaparkan Indonesia dalam waktu singkat harus membuat platfrom pembangunan wakaf nasional, bila tidak maka strategi pembangunan wakaf akan sulit untuk terintegrasi.





