
ISRAEL agaknya mustahil akan menggubris tekanan internasional untuk menghentikan aksi petualangannya di wilayah Tepi Barat dan Gaza, Palestina jika kekuatan militer raksasa yang dimilikinya tidak dilemahkan.
Di berbagai kesempatan, PM Benjamin Netanyahu berulang kali mengingatkan, pasukan Israel akan terus bertempur memburu milisi Hamas sampai tidak lagi menimbulkan ancaman bagi negeri dan rakyatnya.
Rezim di negara Yahudi itu juga menganggap, bombardemen yang dilancarkannya terhadap wilayah Gaza sejak 8 Okt. adalah upaya untuk membela diri, walau banyak pihak yang menganggapnya sebagai aksi genosida untuk menghabisi bangsa Palestina.
Sudah lebih 26.000 korban terbanyak anak-anak dan perempuan Palestina sejak pembumihangusan dan invasi Israel ke wilayah Gaza pada 8 Okt, selang sehari serangan Hamas ke wilayahnya yang menyebabkan 1.200 orang tewas dan 240-an disandera, puluhan sudah dipulangkan dalam tukar menukar tawanan saat beberapa hari gencatan senjata, Desember lalu.
Desakan agar embargo persenjataan dikenakan pada Israel dilontarkan oleh Menlu RI Retno Marsudi dalam forum DK PBB yang digelar di markasnya di New Yorl, Selasa lalu (23/1).
Alasannya, mengalirnya pasokan persenjataan dari Barat terutama dari Amerika Serikat membuat Israel merasa jumawa untuk meneruskan perang menghancurkan milisi Hamas di Tepi Barat dan Gaza.
Menurut Retno, PM Netanyahu telah mengonfirmasi targetnya untuk membasmi rakyat Palestina dan mengatakan tidak akan pernah mengizinkan pembentukan negara Palestina.
“Setiap senjata yang dikirim ke Israel bisa digunakan untuk membunuh rakyat tak berdosa, “ ujarnya untuk menyebutkan perlunya embargo senjata ke negara Yahudi itu.
RI selalu Ikut
RI juga menekankan pelaksanaan gencatan senjata segera dan permanen serta pemberian akses bagi kelancaran bantuan kemanusiaan . Debat terbuka di DK PBB tersebut adalah yang ketiga kalinya untuk membahas isu Gaza yang seluruhnya dihadiri delegasi Indonesia.
Menlu RI itu juga mengingatkan, DK PBB mmeganga mandat untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, bukan untuk menoleransi perang, apalagi aksi genosida.
Retno juga menyesalkan, resolusi DK PBB tentang Palestina yang sudah banyak diterbitkan seharusnya mengikat dan wajib dilaksanakan walau faktanya banyak yang tidak bisa diadopsi.
“Banyak resolusi tentang Palestina yang dilanggar, tetapi tidak ada sanksi yang dikenakan, “ ujarnya.
Walau hanya seluas sekitar 21.000 Km2 (sekitar separuh Sulawesi Selatan) dan berpenduduk sekitar tujuh juta jiwa, mesin perang Israel bukanlah kaleng-kaleng, termasuk produksi dalam negerinya yang juga meramaikan pasar ekspor.
Anggaran belanja militer Israel 2024, menurut Stockhoml International Peace and Research Institute (SIPRI) Global Firepower, sebesar 23,4 miliar dollar AS (Rp362,4 triliun) atau menempati urutan ke-16 global dan negara Yahudi itu masuk dari segelintir negara berkekuatan nuklir
Alutsista AS mengalir.
Berkekuatan 165.500 personil tetap dan 645.000 cadangan, tentara Israel mengoperasikan alutsista canggih berasal dari AS dan negara-negara Barat lain atau dikembangkan sendiri, bahkan juga untuk ekspor.
AD-nya diperkuat sekitar 490 tank tempur utama Merkava buatannya sendiri, 1.360 kendaraan tempur lapis baja, 600-an pucuk artileri swagerak M109 buatan AS dan 300 pucuk Soltam (lokal) sistem rudal-rudal pertahanan udara Patriot, Arrow dan sistem pertahanan udara terpadu Iron Dome (Kubh Besi) serta David Sling.
Dengan sistem pertahanan udara terintegrasi tersebut, Israel mampu memayungi wilayahnya dari guyuran ribuan roket yang diluncurkan kelompok Hamas hampir setiap hari. Sebagai catatan, sebanyak 5.000-an roket diluncurkan oleh Hamas pada 7 Okt lalu.
Matra udara Israel a.l. diperkuat sekitar 50 unit pesawat tempur generasi kelima Super Lightning F35 buatan AS, lebih 110 unit aneka varian Eagle -15 (AS) dan 236 unit Fighting Falcon F-16 (AS), sedangkan AL-nya mengoperasikan tujuh kapal korvet, delapan kapal cepat rudal, lima kapal selam dan 45 kapal patroli.
Sepanjang masih memiliki “taring” berupa mesin perang yang kuat dan mematikan, agaknya Israel sulit dibujuk untuk berdamai dengan Hamas (berbagai sumber/ns)




