Menggapai Impian di Tengah Kondisi Fisik yang Terbatas

foto istimewa

JAKARTA, KBK – Terlahir dengan keterbatasan fisik membuat Amat (25) harus ikhlas menerima nasibnya saat ini, ia memang tak seperti manusia normal pada umumnya hingga pada akhirnya pihak keluarga memutusan untuk menyembunyikan Amat dari dunia luar.

Hidup dan menghabiskan waktu selama 25 tahun di dalam rumah tentu membuat Amat sukar bergaul, ia menjadi susah berkomunikasi dan tak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk berinteraksi dengan teman sebayanya.

Bahkan di dalam rumahnya yang tak terlalu luas Amat pun tidak pernah berbincang dengan kedua orang tuanya. Perilaku yang diberikan keluarga terhadap Amat, membuat dirinya semakin lekat dengan orang yang memiliki keterbelakangan mental.

Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mengenakan baju, makan dan lainnya semua dibantu oleh ayah dan ibunya. Keadaan mulai berbalik 180 derajat ketika Harfa datang meyambangi keluarga Amat.

Dengan sabar, secara perlahan tapi pasti Harfa mulai mengedukasi keluarga Amat. Memberikan penyadaran tentang kesempatan-kesemapatan yang dapat diraih seseorang yang memiliki keterbatasan fisik.

Tak berhenti disitu, dengan edukasinya Harfa juga berusaha memulihkan rasa malu keluarga serta memberikan penyadaran mengenai perilaku keluarga yang selama ini lebih memilih mengurung Amat dari pergaulan.

Sedikit demi sedikit kemandirian Amat mulai terbangun. Usaha Harfa pun berbuah manis ketika kemandirian Amat mulai terlihat dari caranya memenuhi kebutuhan hidup seperti mandi dan makan ang sudah bisa dilakukan sendiri. Lebih dari itu Amat menjadi bisa berkmunikasi dengan siapa pun tanpa rasa malu.

Hebatnya kini Amat telah memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan berternak ayam kampung yang permodalannya diberikan Harfa. Kini sebelum matahari menampakan wujudnya, Amat sudah terbangun dan segera mengangkat wadah tempat pakan ayam.

Dengan wajah riang penuh percaya diri Amat menebar pur dan biji-bijian lain sambil sesekali mulutnya menirukan suara ayam. Ketika bertemu dengan temannya Amat sangat ceria, ia pun dengan bangga memamerkan pakaian dan dopet yang telah terisi oleh hasil keringatnya sendiri.

Berkat bantuan Harfa kini Amat telah terlahir kembali menjadi manusia seutuhnya yang mandiri, pandai bergaul, ceria, percaya diri dan penuh semangat.

 

Advertisement