spot_img

Mengintip kekuatan Israel

ADA baiknya mungkin mengintip kekuatan Israel Defence Forces (IDF) yang sejak dibentuk 12 hari setelah kemerdekaan negara Yahudi itu pada 14 Mei 1948  dan kiprahnya dalam sejumlah perang besar melawan negara-negara Arab.

Perang pertama atau disebut Perang Kemerdekaan Israel melawan Mesir, Transjordania, Irak, Suriah dan sukarelawan dari berbagai negara Arab berlangsung antara 15 Mei 1948 dan 20 Juli 1949 dimenangkan oleh negara Yahudi itu.

Israel menginvasi Semennjung Sinai, Mesir dan dalam lima hari berhasil merebut Gaza, Rafah dan al-Arish, Mesir serta menduduki bagian timur Terusan Suez untuk membuka jalur transportasi laut melalui Teluk Aqaba yang dinasionalisasi oleh Mesir.

Dalam Perang Enam Hari (5 sampai 10 Juni 1967) kekuatan udara Israel melancarkan serangan kilat untuk memukul mundur pasukan gabungan Mesir, Suriah Jordania. Israel merebut Dataran Tinggi Golan, Suriah, Semenanjung Sinai, Mesir dan Tepi Barat, Jordania.

Pada awal perang Yom Kippur pada Oktober 1973, pasukan Mesir secara mengejutkan berhasil menyeberangi Terusan Suez, namun tentara Isarel melalui wilayah Suriah berhasil merebut tumpuan penyeberangan sehingga pasukan Mesir yang sudah terlanjur menyeberang terputus pasokan logistiknya.

Global Firepower 2024 mencatat, anggaran militer Israel bertengger di urutan ke-19 sebesar 24,4 milyar dollar AS (setara Rp385 triliun), dibandingkan misalnya dengan musuhnya, Iran di urutan ke- 33  sebesar 9,95 milyar dollar AS (sekitar Rp156,7 triliun).

Dikepung dan berseteru dengan negara-negara Arab sejak merdeka 1948, IDF terus diperkuat dan dimodernisasi serta didukung teknologi dan juga negara-negara Barat terutama AS. Israel juga masuk club kekuatan nuklir dunia.

Wajib Militer

Israel mewajibkan WN etnis Yahudi, Druze dan Sirkasia di atas 18 tahun menjalani wajib militer di IDF kecuali pekerja penuh waktu,  pelajar Taurat (kitab suci Yahudi), WN Israel keturunan Arab, yang sudah menikah dan yang sakit atau terkena ganguan mental.

Durasi wajib dinas militer di IDF sekitar 32 bulan untuk pria dan 24 bulan untuk wanita, dihitung setelah mereka mulai mendaftar.

IDF berkekuatan 169.500 pasukan aktif, menempati urutsn terbesar ke-28 di dunia  plus 465.000 personel cadangan yang dapat direkrut dalam satuan regular setiap saat dibutuhkan.

AU Israel mengoperasikan 612 aneka pesawat buatan AS, a.l. 246 pesawat tempur (a.l. 75 unit F-35 Super Lightning, 52 unit F-15 Eagle dan 23 unit F-15 Strike Eagle, 141 unit F-16 Fighting Falcon dan 146 helikopter serang (a.l. 50 unit UH-60 Black Hawk dan AH-64 Apache).

Sedangkan matra laut Israel didukung 67 unit kapal perang termasuk tujuh jenis korvet, dua kapal cepat rudal dan masing-masing lima kapal patroli dan kapal selam.

Menghadapi kemungkinan serangan rudal taktis dari musuh-musuhnya, Israel menyiapkan sistem pertahanan terintegrasi Iron Dome (Kubah Besi), David Slings, sistem rudal Arrow dan rudal anti rudal Patriot buatan AS.

Iron Dome  terdiri dari 20 tabung peluncur rudal Tamir untuk menangkal proyektil artileri atau roket jarak pendek (sampai 60 mil) yang dianggap sukses menangkal ribuan roket yang diluncurkan Hamas, Palestina sejak beberapa tahun terakhir ini.

Sementara David Sling’s yang dilengkapi rudal-rudal Stunner berhulu ledak digunakan untuk menyongsong rudal jarak menengah lawan yang datang sampai pada jarak 185 mil.

Arrow buatan AS

Sedangkan sistem hanud Arrow berfungsi menyerang sasaran yakni rudal balistik jarak pendek dan menengah di atmosfir atas (ekso-atmosfir),  sedangkan rudal anti rudal Patriot (juga eks- AS) yang mobil untuk menyerang rudal balistik, rudal jelajah, pesawat dan drone.

Sistem Patriot yang dioperasikan leh 20-an negara dianggap “combat proven” untuk menghadang rudal-rudal balistik Scud buatan Uni Soviet yang diluncurkan Irak ke wilayah Israel dalam Perang Teluk I pada 1990.

Sebanyak 69 persen impor senjata Israel dari tahun 2013 hingga 2022 berasal dari AS, 30  persen berasal dari Jerman sisanya Italia yang juga salah satu negara eksportir senjata terbesar ke Israel.

Israel sendiri saat ini sedang menyiapkan serbuan pasukan daratnya ke wilayah Rafah di Gaza, Palestina dalam upaya memburu laskar Hamas yang diyakininya berbaur dengan 1,5 juta pengungsi di lokasi perbatasan dengan Mesir itu.

Kekuatan militer didukung keandalan teknologi dalam negeri dan  bantuan besar-besaran terutama dari AS dan juga keandalan dinas rahasia Mossad yang kesohor agaknya membuat Israel jumawa dan tak bergeming pada seruan int’l untuk menghentikan perang.  (berbagai sumber/ns)

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles