SOLOK (KBK) – Mungkin sudah cobaan bagi Erik Gunawan, 16 tahun, kakinya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ia lumpuh, kondisi itu dia rasakan sejak ia duduk di sekolah menengah pertama. Penyebabnya adalah jatuh ketika bermain bersama teman-temannya.
Meskipun sudah diobati ke mana-mana; ke rumah sakit dan alternatif, kondisi kakinya tidak kunjung membaik. Malahan karena sakit di kaki juga berdampak pada tubuh sebelah kanannya.
Erik pun tidak dapat melanjutkan sekolah, karena sakitnya itu, membuat ia susah berjalan ke sekolah. Ia memilih berhenti dan berobat.
“Kata dokter, sendi tulang kaki di selangkang kanannya lepas, harus dipotong karena mambusuk, nanti dipasang pan sebagai penyangga,” kata ibunda Erik, Erni Widaya, 35 tahun kepada KBK (17/9/2015).
Warga Dusun Sariak Ateh Kec. Hiliran Gumanti, Kab. Solok, Sumatera Barat ini meneruskan ceritanya, kelumpuhan di kaki Erik berdampak ke anggota tubuh sebelah kanannya. Aliran darah tak berjalan normal, tangan kanan Erik membengkak.
Untuk mengobati tangan ini, Erik dirawat di RSUD Aro Suka, Kab. Solok, Agustus 2015 lalu.
Seminggu lamanya Erik dirawat di sana, berbagai obat diberikan kepada Erik agar tangannya tak infeksi. Ternyata perawatan di RS memakan biaya yang cukup besar, sekitar Rp. 1.554.000,-. Angka tersebut bagi keluarga Erik yang kehidupan sehari-harinya amat sederhana, dengan profesi ayah Indra Yedi, 37 tahun, hanyalah seorang petani tentulah sangat berat.
Di tengah kegalauannya memikirkan biaya untuk membayar pengobatan, Erni mendengar kabar tentang Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) yang selalu membantu orang-orang dhuafa yang membutuhkan pertolongan.
Erni pun memasukan data yang diperlukan untuk meminta bantuan biaya pengobatannya ke DDS. Setelah disurvei, Tim DDS sepakat untuk memberikan bantuan dana tunai penunjang pembayaran biaya pengobatan Erik.
Erni tampak bahagia menerima donasi yang ia terima dari dana umat ini. Namun, ketika ditanya tentang kapan Erik akan di operasi kakinya, Erni hanya menerawang bingung. “Mungkin menunggu tangan Erik sembuh dulu,” ungkapnya lirih.
Kini, Erik yang tangannya sudah agak baikkan, masih menunggu surat rujukan untuk dapat mengoperasi kakinya di RS. M. Djamil Padang. – Annisa Aulia




