Menlu Retno Desak DK PBB untuk Tegas Beri Sanksi pada Israel

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan tegas mengingatkan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk tidak terus tinggal diam melihat kejahatan perang yang dilakukan Israel di Gaza.

Hal tersebut disampaikan Menlu Retno dalam Debat Terbuka (Open Debate) Dewan Keamanan PBB, di New York City.

“Ini adalah open debate DK PBB ketiga mengenai Gaza dalam 3 bulan terakhir dan Indonesia hadir di ketiganya. Dan ini merupakan salah satu perwujudan konsistensi komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan Palestina,” ungkapnya.

“Dalam pernyataan di DK PBB tadi saya ingatkan bahwa DK PBB memiliki mandat untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, dan BUKAN untuk mentoleransi perang apalagi genosida,” tambahnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemlu.

Selain itu, Retno juga mengingatkan Piagam PBB secara jelas mengatur bahwa resolusi DK PBB bersifat mengikat dan harus dilaksanakan.

“Pertanyaan saya kepada DK PBB adalah: sudah berapa banyak resolusi mengenai Palestina telah diadopsi? Dan berapa banyak yang telah dilaksanakan?”

Pertanyaan tersebut  sengaja disampaikan ke DK karena banyak resolusi yang dilanggar terkait Palestina namun tidak pernah ada sanksi kepada para pelanggar.

“Lebih lanjut dalam statement saya juga menyampaikan kemana Palestina harus mengadu jika DK PBB selama berpuluh-puluh tahun gagal menjalankan resolusi yang dibuatnya sendiri, sementara Israel membunuh rakyat Palestina tanpa dihukum?” tanyanya lagi.

Retno mendesak anggota DK untuk segera menghentikan ketakutan yang setiap hari dihadapi oleh warga Palestina di Gaza dan juga di Tepi Barat, dan menekankan semua dari kita memiliki tanggung jawab untuk menghormati Hukum Humaniter Internasional tanpa kecuali, termasuk situasi di Gaza.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here