PASURUAN – Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa mengnjungi korban banjir Pasuruan pada Minggu (5/2/2017) dan memberikan bantuan dari Kemensos sebesar Rp 316.560.000.
Dalam kunjungannya, Mensos menyempatkan diri meninjau dapur umum serta mengunjungi rumah-rumah warga yang tergenang banjir di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji.
Ia juga memberi semangat kepada anak-anak yang terpaksa libur sekolah akibat banjir yang sudah seminggu menggenangi desanya.
“Anak-anak sabar ya nak, sekolahnya bolos apa tidak? Bolosnya berapa hari? Satu minggu? Setelah satu minggu sekolah lagi ya nak. Mudah-mudahan sekolahnya lancar, orangtuanya diberi rizki yang luas,” kata Khofifah di hadapan warga dan anak-anak korban banjir Pasuruan.
Diketahuiu banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Pasuruan, tahun ini merupakan banjir paling parah dari tahun sebelumnya. Di 2017 ini, sejak 5 sampai 25 Januari, banjir terjadi hingga lima kali.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Pasuruan ini, karena cuaca cukup ektrem. Faktor lain, sejak 2000 silam hingga saat ini, lima Daerah Aliran Sungai (DAS) belum pernah dinormalisasi.
Lima DAS yang menjadi kewenangan pusat itu antara lain; Kedunglarangan, Welang, Rejoso, Petung dan Laweyan. Untuk normalisasi lima DAS itu, Pemkab Pasuruan dan Gubernur Jawa Timur telah memberi bantuan dana, total Rp 11 miliar.
“Banjir yang terjadi di sini, itu sudah langganan. Tiap hujan deras, pasti banjir sampai selutut. Apalagi, kemarin-kemarin ini kan hujan deras, sampai hari ini banjirnya belum surut, hanya sebagian saja yang surut,” terang salah satu warga Dusun Balongrejo, seperti dilansir Merdeka.com, Senin (6/2/2017).





