BOGOR (KBK) – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bencana harus dipahamai dalam dua kondisi, yaitu bencana alam dan sosial. Keduanya, merupakan ancaman sekaligus tantangan bagi para Taruna Siaga Bencana.
“Bencana alam dan sosial merupakan ancaman, sekaligus tantangan bagi para Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar selalu di depan, ” ujar Mensos usai menghadiri HUT Tagana di Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/3/2016).
Bencana alam, kata Mensos, seperti gempa bumi, longsor dan banjir. Sedangkan, bencana sosial misalnya tawuran dan konflik antarwarga. Namun, ada bancana sosial yang sangat berbahaya saat ini, yaitu narkoba.
“Dari kedua bencana tersebut, terdapat bencana sosial yang paling berbahaya yaitu peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat, ” katanya.
Saat ini, tidak kurang dari 20-40 orang tewas setiap hari karena narkoba. Maka, sesungguhnya telah menjadi the realancaman dan musuh bagi segenap warga bangsa.
“Narkoba menjadi ancaman segenap warga bangsa, semua pihak harus bergerak bersama untuk mencegahnya, termasuk peran dari para personel Tagana, ” pintanya.
Jika seorang Tagana memiliki 5 sahabat bisa dipastikan terhimpun 55 ribu personel dan itu merupakan langkah nyata dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) negeri ini untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.



