Menteri Israel Paksa Masuki Masjid Al Aqsa Lewat Gerbang Al Rahma

Ilustrasi/Ist

YERUSALEM – Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Israel Uri Ariel telah menyerbu kompleks Masjid al-Aqsha di Kota Tua Yerusalem Timur bersama dengan sekelompok pemukim ekstremis di tengah meningkatnya tindakan kekerasan oleh pasukan Israel dan pemukim terhadap Palestina.

Firas al-Dibs, juru bicara organisasi Wakaf Islam (Endowment), yang mengelola kompleks masjid mengatakan politisi sayap kanan berusia 66 tahun dan sejumlah pemukim memaksa masuk ke situs suci melalui Gerbang Maroko di bawah ketat perlindungan beberapa kelompok tentara Israel dan pasukan polisi khusus.

Dibs menunjukkan rekaman bahwa Ariel  memasuki area doa Gerbang al-Rahma (Gerbang Belaskasih) yang baru dibuka.

Area doa Gerbang al-Rahma ditutup pada Senin malam atas perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan dibuka kembali pada hari berikutnya.

Israel telah menutup gerbang yang mengarah ke ruang sholat di Masjid al-Aqsa sejak 2003 dalam menghadapi Intifadah Kedua (pemberontakan) melawan pendudukan rezim.

Namun Jumat lalu, dewan wakaf memutuskan untuk membuka kembali ruang sholat di Gerbang Bab al-Rahma yang bertentangan dengan larangan Israel yang berusia 16 tahun. Ratusan jamaah, dipimpin oleh Mufti Besar Yerusalem al-Quds Sheikh Mohammad Hussein, memasuki daerah itu untuk pertama kalinya sejak 2003 untuk shalat Jumat.

Marah dengan tindakan itu, rezim Tel Aviv melancarkan kampanye penangkapan terhadap warga Palestina.

Penangkapan tersebut menuai kritik dari Palestina dan Yordania, yang merupakan penjaga situs suci di Yerusalem yang diduduki al-Quds.

Organisasi Wakaf Islam dan lembaga-lembaga Palestina bersikeras agar area doa Bab al-Rahma terbuka untuk ibadah Muslim.

Palestina telah berulang kali memperingatkan upaya Israel untuk mengubah status quo dari kompleks al-Aqsa, situs tersuci ketiga di Islam.

 

Advertisement