
YAMAN – Ulama dan menteriĀ Yaman telah mengutuk pembatasan yang diberlakukan oleh rezim Saudi pada jamaah Yaman untuk melakukan ibadah haji tahun ini.
Menurut televisi berbahasa Arab al-Masirah, Menteri Wakaf Yaman Najib al-Aji mengatakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menolak untuk menanggapi korespondensi Yaman mengenai upaya koordinasi untuk memfasilitasi jamaah atau melakukan penerbangan untuk membawa jamaah Yaman.
Dia menambahkan, sebagaimana dilansir Press TV, bahwa Pemerintah Keselamatan Nasional mengecam pembatasan yang diberlakukan oleh rezim Saudi pada jamaah Yaman.
Menurut Wakil Menteri Wakaf Yaman Fuad Naji, pembatasan Saudi termasuk menolak untuk mengenali paspor yang dikeluarkan di ibukota Sana’a, menutup Bandara Internasional Sana’a dan membuka hanya satu persimpangan ke Yaman.
Mufti Sham al-Din Sharaf al-Din dari Yaman mengatakan rezim Saudi mempolitisasi hajiĀ terhadap lawan-lawannya di Yaman, Palestina, Irak dan Libya.
Ulama terkemuka mengecam Riyadh karena menormalisasi hubungan dengan rezim Israel dan menangkap para ulama, mengatakan bahwa rezim semacam itu tidak memiliki mandat untuk mengendalikan Masjidil Haram di kota Mekah Saudi, merujuk pada ketidakmampuan Saudi dalam pengelolaan haji.




