
BOGOR – 10 ribu warga Villa Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ingin memisahkan diri dari Kabupaten Bogor, dan ingin pindah administrasi ke Kota Bekasi, karena merasa tak diperhatikan oleh pemerintah daerah setempat.
Keinginan tersebut timbul setelah adanya peristiwa banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu. Perumahan Vila Nusa Indah berdampingan dengan Perumahan Pondok Gede Permai di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi sama-sama diterjang banjir lebih dari tiga meter.
Dikutip dari merdeka.com, mereka iri karena warga Kota Bekasi mendapat bantuan dari pemerintah Kota Bekasi. “Kami iri dengan warga Kota Bekasi yang tinggal berdampingan,” kata seorang warga Villa Nusa Indah RT 05/RW 24, Tri Hernantyo (56), Rabu (18/5/2016).
“Sejak perumahannya diterjang banjir, warga tak mendapat bantuan dari pemerintah kami. Berbeda dengan warga PGP Bekasi. Kepala daerahnya dan menteri terjun langsung dan mengecek ke permukiman warga,” lanjut Tri.
Tri menambahkan bantuan logistik maupun evakuasi justru datang dari Pemerintah Kota Bekasi melalui sejumlah relawan di sana. Sedangkan bantuan dari Pemkab Bogor baru datang 12 hari pasca banjir.
Bahkan berbeda dengan Jalan Wibawa Mukti di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, yang mulus dengan menggunakan beton, kondisi infrastruktur di sepanjang Jalan Bojongkulur mengarah ke Kota Wisata atau Kota Bekasi kerap rusak.
Dengan pertimbangan tersebut warga berencana mendeklarasikan tuntutan pindah administrasi ke Kota Bekasi, pada saat pelaksanaan hari bebas kendaraan (car free day) di perumahan pada Minggu (22/5/2016) mendatang.
“Kami yakin, kalau sudah pindah ke Kota Bekasi, infrastruktur dan lainnya bakal mendapatkan perhatian dari pemerintah,” tegasnya.




