MESIR – Menteri Penerbangan Mesir, Sherif Fathy mengatakan keyakinannya tentang penyebab hilangnya pesawat EgyptAir yang membawa 66 orang termasuk kru itu, diakibatkan karena ulah teroris.
”Disebabkan aksi teror lebih tinggi dibanding kemungkinan kerusakan pesawat atau kesalahan pilot,” katanya, dilansir CNN.
Ia berani menyimpulkan hal tersebut karena pesawat yang hilang 15 menit sebelum mendarat itu, semula tidak memberi tanda bahaya. Sinyal tanda bahaya baru dikirim dua jam setelahnya.
Tidak hanya Mesir saja yang memiliki dugaan tersebut, Perdana Menteri Francois Hollande menegaskan, dugaan terorisme tidak bisa dikesampingkan.
Demikian dengan Amerika melalui analisis intelijennya, meyakini bahwa pesawat EgyptAir jatuh karena dibom.
Pesawat EgyptAir MS804 hilang dalam perjalanan dari Paris menuju Kairo, Kamis (19/5/2016). Sebanyak 56 penumpang dan 10 kru pesawat ikut hilang dalam peristiwa ini.





