
METEOR, meteoroid, dan meteorit adalah batu luar angkasa berasal dari potongan batu, es, dan logam dari sisa-sisa pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun lalu.
Badan Aeronautik dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) NASA (6/10) melaporkan, setiap hari, sekitar 44.000 kilogram puing purba yang berasal dari pembentukan tata surya bertabrakan dengan atmosfer planet Bumi.
Saat menghantam atmosfer, partikel-partikel tersebut (meteor) terbakar dengan cepat, meninggalkan jejak ekor indah yang dapat dengan mudah dilihat dengan mata telanjang.
Fenomena tersebut kemudian yang dikenal dengan sebutan bintang jatuh, atau jika aktivitasnya meningkat, maka dikenal sebagai hujan meteor.
Pada dasarnya meteor, meteoroid, dan meteorit adalah satu objek yang sama. Perbedaan nama tersebut mengacu pada lokasi di mana mereka berada.
Berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan ketiganya:
Meteoroid adalah batuan kecil luar angkasa, bisa berupa potongan kecil komet atau asteroid yang melayang melalui ruang antarplanet dengan ukuran bervariasi, mulai dari butiran debu hingga berbentuk asteroid kecil.
Meteoroid juga sering disebut sebagai “batu luar angkasa” dan ketika memasuki atmosfer bumi (atau planet lain, seperti Mars) dengan kecepatan tinggi dan terbakar. Bola api atau “bintang jatuh” itu disebut meteor.
Bintang jatuh
Meteor sendiri adalah sebutan untuk meteoroid yang berhasil memasuki atmosfer bumi atau planet lain dengan kecepatan tinggi dan terbakar, fenomena ini juga dikenal sebagai “bintang jatuh”.
Umumnya meteor terlihat sebagai seberkas cahaya di langit karena meteoroid jatuh dengan kecepatan tinggi dan bergesekan dengan atmosfer.
Ketika sepotong kecil material komet atau asteroid (meteoroid) memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, ia terbakar habis karena panas gesekan dengan atom dan molekul di atmosfer. Sebagian besar meteoroid yang memasuki atmosfer sebagai meteor terbakar habis akibat gesekannya dengan atmosfer Bumi.
Namun, dalam beberapa kasus, meteor yang jatuh tidak terbakar habis, dan objek tersebut berhasil mencapai permukaan Bumi. Bongkahan meteoroid yang selamat dari perjalanannya menembus atmisfer Bumi atau planet lain disebut meteorit.
Meteorit adalah meteoroid yang masuk ke atmosfer Bumi sebagai meteor dan berhasil bertahan dari panas gesekan, akhirnya mendarat di tanah.
Penampakan meteor terjadi di sejumlah tempat di Jawa Barat di atas langit kabupate Brebes, Cirebon dan Kuningan akhir Minggu lalu yang bisa dilihat denga mata telanjang dan diabadikan oleh masyarakat setempat.
Di perkampungan, fenomena penampakan meteor acap kali dibumbui dan dikait-kaitkan dengan cerita mistis yang menyesatkan. (NASA/Britaica/kompas.com/ns)




