Migran Asal Nigeria di Libya Dijual dan Diperlakukan Tidak Manusiawi

Ilustrasi migran yang diculik di Libya/ Press TV

LIBYA – Sedikitnya 20 orang Nigeria dijual ke perbudakan seharga $ 735 di Libya, seorang pejabat setempat mengatakan pada hari Selasa (9/1/2018) mengutip korban yang telah kembali ke negara asalnya.

Sulaiman Labaran, seorang pejabat Badan Kepegawaian Nasional (NEMA), mengatakan kepada Anadolu, “20 orang Nigeria dijual ke perbudakan seharga $ 735. Ini sangat disayangkan dan sangat disayangkan.” ujarnya.

“Pemerintah Libya harus melakukan sesuatu yang serius mengenai hal itu. Kami telah banyak mendengar (dari pengalaman mengerikan) dari para migran yang kembali.” tambahnya.

Labaran mengatakan beberapa orang yang kembali berbicara tentang dipaksa untuk minum air dari toilet, menambahkan bahwa hampir 2.800 warga Nigeria masih berada dalam fasilitas penahanan Libya di bawah “kondisi tidak manusiawi”.

“Di kamp itu orang-orang kita telah menderita dan dipermalukan siang dan malam. Wanita diperkosa dan ditolak makanannya. Mereka berbicara tentang menghabiskan dua atau tiga hari tanpa makan. Mereka diperlakukan seperti budak, “katanya.

“Mereka dicambuk karena tidak bekerja lebih keras. Kami diberitahu tentang bagaimana beberapa orang berpose saat tentara datang dan mengambil 20 orang Nigeria dan menjual mereka ke dalam perbudakan. Mereka dibawa pergi dari perkemahan itu dan sampai sekarang tidak ada kabar tentang mereka. Kami tidak tahu apakah mereka masih hidup atau tidak. ” paparnya.

Nigeria memulangkan warganya dari Libya menyusul rekaman video yang menunjukkan orang-orang Afrika dijual ke perbudakan di Libya.

Dokumentasi repatriasi untuk setidaknya 5.000 warga Nigeria telah selesai, sementara lebih dari 1.000 orang telah diterbangkan ke negara tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Advertisement