Militan Rohingya ARSA Bantah Lakukan Pembunuhan Massal

Orang Hindu menangis di dekat tubuh anggota keluarga mereka di desa Ye Baw Kyaw di Maungdaw/ AFP

MYANMAR – Militan Rohingya yang dikenal dengan ARSA membantah tuduhan tentara Myanmar bahwa mereka telah membantai sejumlah penduduk desa Hindu, yang jenazahnya ditemukan dari kuburan massal di negara bagian Rakhine utara.

Dalam pernyataan resmi pertamanya atas tuduhan tersebut, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) membantah bahwa anggotanya “melakukan pembunuhan, kekerasan seksual, atau rekrutmen paksa” di wilayah tersebut pada 25 Agustus.

Mereka meminta tentara untuk menghentikan menyalahkan pihaknya, menurut pernyataan tersebut, yang diposting di akun Twitter ARSA.

wartawan AFP di lokasi kejadian mengatakanjenazah-jenazah diletakkan dalam barisan di lapangan berumput di luar desa Ye Baw Kyaw saat para kerabat merasa putus asa meratapinya.

Sementara petugas keamanan masih mencari 48 orang Hindu yang hilang.

Ratusan ribu rohingya telah pergi meelarikan diri akibat kekerasan yang terjadi, namun laporan pemerintah dan militer juga berusaha menyoroti penderitaan kelompok etnis lain, seperti penganut Buddha Rakhine dan Hindu, tersapu dalam kerusuhan komunal.

Advertisement